Selasa, 28 April 2026

SING SALAH BAKAL SELEH


            Mungkin saat ini kita tidak dalam kondisi yang sedang baik-baik saja, bukan karena tidak mampu untuk berbuat sesuatu, lebih karena terdapat masalah yang rumit dan tidak tau cara menguraikan atau belum ketemu cara menguraikannya.
        Bisa jadi untuk menguraikan masalah tidak perlu menggunakan analisa yang sangat rumit, SWOT, USG, Fistbon atau yang lainya tetapi cukup dengan merenung selesai, cukup dengan introspeksi diri selesai, cukup dengan sabar, tenang jangan keburu-buru, ikutin saja aturan mainnya, konon masalah itu timbul dan makin rumit dikarenakan otak pikiran perasaan kita lagiruwet coba luangkan lapangkan dada, luaskan wawasan ambil dari berabagai sisi dalam memandangknya, mungkin akan ketemu jalur yang tadinya tidak diduga-duga.
        Dalam konteks sing salah bakal seleh, sebetulnya tidak perlu kita berkoar-koar untuk menyalahkan mereka, tidak perlu sharing session tentang kesalahan mereka, tidak perlu juga gosip sana-sini, fitnah sana sini, biarkan saja kita siapkan perangkat-perangkat secara sistematis kita berjalan pada rel yang benar, mengacu pada aturan yang benar, berjalan pada sesuatu yang tidak membikin orang merasa terdzolimi maka yang salah akan seleh dengan sendirinya.
    Artinya sebetulnya kita tidak boleh mengikuti cara-cara yang salah, atau berbuat dengan cara-cara yang salah untuk menyadarkan mereka yang berbuat salah. Apa bedanya dengan mereka jika kita melakukan dengan cara-cara yang tidak benar hanya untuk mendapatkan keuntungan agar yang salah kalah, wah bisa jadi tidak akan mendapatkan kemudahan yang ada adalah menimbulkan permasalahan lainnya dalam setiap langkah kedepan, ya nggak sih.
    Oleh karena itu, sing salah bakal seleh ini dalah filosofi jawa, tidak perlu ada konfrontatif yang ada adalah berjalan pada rel masing-masing yakinlah yang salah akan seleh sendiri.

    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar