Apa itu Cap Go Meh, mungkin sebagian Tionghoa Keturunan, sudah tidak familiar dengan hal tersebut, tapi banyak sekali perayaan tersebut dilakukan di Indonesia, dari Singkawang Kalimantan Barat, bahkan di Gombong/Kebumen, Jawa Tengah melakukan perayaan kegembiraan bersama warga sekitar.
Cap Go Meh, bukan hanya sebuah perayaan hari tetapi mengurai atas hal-hal kebaikan pada sesama dan srawung antar berbagai etnis di dilalamnya, ini juga dapat ber asimilasi pada budaya lokal dimana Cap Go Meh dirayakan.
Cap Go Meh pada hari ini jatu pada tanggal 3 Maret 2026 di malam ini terjadi Gerhana bulan total mulai pukul 18.04 s.d. 19.02, bertepatan dengan 12/13 Ramadhan 1447 H.
Apa yang menarik dan bagaimana perayaan cap go meh, mari kita telaah lebih lanjut.
Tadi sudah nulis panjang eh mati lampu.. hilang deh
wah ngulang lagi nih inspirasinya jadi ilang jan jan..
Ok kita mulai lagi kalau begitu, gak papa yang sudah beberapa paragraf hilang mati lampu maklum laptop baterainya sudah tidak baik.
Begini, kalau kita bahas Etnis Tionghoa itu awal mulanya masuk itu kapan dan darimana kapan masuk ke Indonesia, sepertinya kita harus cari literatur kuno atau prasastai atau apalah yang dapat mencerminkan bukti bahwa etnis ini sudah berada di Indonesia dari sejak dahulu kala.
Karena teman sepermaian saya juga banyak dari etnis ini, bahkan satu sekolah SD juga ada padahal dulu saya sekolah di SD Impres XII Gobog, Tambakreka, Cilacap Jawa Tengah (ada nggak pebaca yang alumni sini, sekarang kayaknya sekolah tersebut sudah ganti nama) akan tetapi dahulu menggunakan nama jawa, bahkan kami main bersama menggunakan jawa ngapak bagusnya, mereka mempertahankan bahasa Hokian ketika mereka berkomunikasi antar sesama etnis.
Ditahun 90an, belum ada perayaan Cap Go Meh mungkin mereka merayakan tetapi hanya lingkaran keluarga interneal etnis Tionghoa, yang menarik jaman saya kecil tetangga sebelah rumah adalah Etnis China di dalam ruangan tamu terdapat Tepekong tempat melakukan ibadah setiap pagi membakar dupa seperti lidi warna merah, aromanya khas sampai hari ini pun saya masih bisa merasakannya, mereka juga bergaul dengan kami, main bulu tangkis, kelereng, gobakslodor (go back slow door), layang-layang, main bola dan segala mainan jaman dulu termasuk panggalan dan lain-lain.
Saat ini pun sudah banyak etnis Tionghoa juga sudah yang berkiprah dimana-mana di ASN juga sudah banyak.
Kita kembali ke Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 03 Maret 2026, dalam filosodi Yin-Yang di hari ini menggambarkan keseimbangan yang sedang bergerak, karena itu suasana hati bisa terasa lebih sensitif, emosi lebih mudah naik turun.
Hari ke-15 setelah Imlek, bulan kembali bulat dan penuh, malam ini disebut Cap Go Meh, keluarga berkumpul, Tangyuan (onde) disajikan hangat bulatnya melambangkan kebersamaan yang utuh, etnis China sama dengan Jawa suka dengan simbol-simbol dalam setiap perayaan.
Nah di tahun 2026 Cap Go Meh jatuh pada tanggal 3 Maret 2026 terjadi gerhana bulan total pukul 18.04 s.d. 19.02 selepas Maghrib mualai gerhana,bulan perlahan tertutup bayangan, malam penutup Imlek terasa sedikit berbeda.
Menariknya di Indonesia, Cap Go Meh punya warna berbeda, terutama di Singkawang, ada pawai Tatung ritual lama yang dipercaya membawa perlindungan dan ini lah Lontong Cap Go Meh pun tersaji, sebagai perpaduan budaya di negeri ini.
Asyikkan...tulisan ini sebetulnya mengenang teman-teman ku dahulu di kampung Cilacap yang Etnis China selamat yah kalian mesti bangga dengan budaya leluhurmu, akhirnya juga bahwa Cap Go Meh tahun 2026 adalah bersamaan dengan hari tanggal kelahiran penulis, istimewa sekali.
Nanti akan penulis buat kan serial Masuknya Etnis China masuk ke Indonesia versi bacaan buku-buku yang penulis punya.
Kenapa Kaisar China mengirimkan Armada yang dipimpin Oleh Laksamana Chengho, memberantas perompak yang menguasai Kerajaan Sriwijaya, kenapa ada Tanpeng Nio yang diperistri oleh Bangsawan Kebumen dan seterusnya pokoknya menarik deh. tunggu yah...