Selasa, 19 Mei 2026

Shanghai Girls



Bagi para pecint tulisan-tulisan tentang peradaban manusia, pasti tidak akan terlewatkan tentang Tiongkok/China.
 
Berikut ada sebuah Novel sejarah yang di gubah oleh Lisa Lee penulis lima novel,termasuk novel yang banyak menerima pujian dan masuk dalam daftar New York Times bestseller Peony in Love dan Snow Flower and Scret Fan, Flower Net (yang masuk nominasi Edgar Award), The interior, dan Dragon Bones. Ia juga menulis dari memoar yang diakui secara luas On Gold Mountain. Organisasi pemerempuan Cina Amerika menggelarinya Perempuan Nasional tahun 2001, dan saat ini ia tinggal di Los Ageles bersama suami dan keduaputranya.


Di dalam Novel Shanghai Girls ini, Lisa Lee menulis dengan alur mengajak kita pada era masa Perang Dunia II dan pasca perang. Berbagai konflik yang terjadi pada warga Cina di masa itu membawa sejulah kesedihan dan penderitaan sekaligus kenangan indah yang harus mereka simpan seumur hidup , seperti perjuangan sepasang gadis China mencari kebahagiaan di tanah Amerika yang disebutkan dalam Novel ini.
















Selasa, 28 April 2026

SING SALAH BAKAL SELEH


            Mungkin saat ini kita tidak dalam kondisi yang sedang baik-baik saja, bukan karena tidak mampu untuk berbuat sesuatu, lebih karena terdapat masalah yang rumit dan tidak tau cara menguraikan atau belum ketemu cara menguraikannya.
        Bisa jadi untuk menguraikan masalah tidak perlu menggunakan analisa yang sangat rumit, SWOT, USG, Fistbon atau yang lainya tetapi cukup dengan merenung selesai, cukup dengan introspeksi diri selesai, cukup dengan sabar, tenang jangan keburu-buru, ikutin saja aturan mainnya, konon masalah itu timbul dan makin rumit dikarenakan otak pikiran perasaan kita lagiruwet coba luangkan lapangkan dada, luaskan wawasan ambil dari berabagai sisi dalam memandangknya, mungkin akan ketemu jalur yang tadinya tidak diduga-duga.
        Dalam konteks sing salah bakal seleh, sebetulnya tidak perlu kita berkoar-koar untuk menyalahkan mereka, tidak perlu sharing session tentang kesalahan mereka, tidak perlu juga gosip sana-sini, fitnah sana sini, biarkan saja kita siapkan perangkat-perangkat secara sistematis kita berjalan pada rel yang benar, mengacu pada aturan yang benar, berjalan pada sesuatu yang tidak membikin orang merasa terdzolimi maka yang salah akan seleh dengan sendirinya.
    Artinya sebetulnya kita tidak boleh mengikuti cara-cara yang salah, atau berbuat dengan cara-cara yang salah untuk menyadarkan mereka yang berbuat salah. Apa bedanya dengan mereka jika kita melakukan dengan cara-cara yang tidak benar hanya untuk mendapatkan keuntungan agar yang salah kalah, wah bisa jadi tidak akan mendapatkan kemudahan yang ada adalah menimbulkan permasalahan lainnya dalam setiap langkah kedepan, ya nggak sih.
    Oleh karena itu, sing salah bakal seleh ini dalah filosofi jawa, tidak perlu ada konfrontatif yang ada adalah berjalan pada rel masing-masing yakinlah yang salah akan seleh sendiri.

    


Selasa, 03 Maret 2026

Cap Go Meh Jatuh Pada 03 Maret 2026

         Apa itu Cap Go Meh, mungkin sebagian Tionghoa Keturunan, sudah tidak familiar dengan hal tersebut, tapi banyak sekali perayaan tersebut dilakukan di Indonesia, dari Singkawang Kalimantan Barat, bahkan di Gombong/Kebumen, Jawa Tengah melakukan perayaan kegembiraan bersama warga sekitar.

        Cap Go Meh, bukan hanya sebuah perayaan hari tetapi mengurai atas hal-hal kebaikan pada sesama dan srawung antar berbagai etnis di dilalamnya, ini juga dapat ber asimilasi pada budaya lokal dimana Cap Go Meh dirayakan.

        Cap Go Meh pada hari ini jatu pada tanggal 3 Maret 2026 di malam ini terjadi Gerhana bulan total  mulai pukul 18.04 s.d. 19.02, bertepatan dengan 12/13 Ramadhan 1447 H.

Apa yang menarik dan bagaimana perayaan cap go meh, mari kita telaah lebih lanjut.

Tadi sudah nulis panjang eh mati lampu.. hilang deh

wah ngulang lagi nih inspirasinya jadi ilang jan jan..



                   Ok kita mulai lagi kalau begitu, gak papa yang sudah beberapa paragraf hilang mati lampu maklum laptop baterainya sudah tidak baik.

             Begini, kalau kita bahas Etnis Tionghoa itu awal mulanya masuk itu kapan dan darimana kapan masuk ke Indonesia, sepertinya kita harus cari literatur kuno atau prasastai atau apalah yang dapat mencerminkan bukti bahwa etnis ini sudah berada di Indonesia dari sejak dahulu kala.
                  Karena teman sepermaian saya juga banyak dari etnis ini, bahkan satu sekolah SD juga ada padahal dulu saya sekolah di SD Impres XII Gobog, Tambakreka, Cilacap Jawa Tengah (ada nggak pebaca yang alumni sini, sekarang kayaknya sekolah tersebut sudah ganti nama) akan tetapi dahulu menggunakan nama jawa, bahkan kami main bersama menggunakan jawa ngapak bagusnya, mereka  mempertahankan bahasa Hokian ketika mereka berkomunikasi antar sesama etnis.
             Ditahun 90an, belum ada perayaan Cap Go Meh mungkin mereka merayakan tetapi hanya lingkaran keluarga interneal etnis Tionghoa, yang menarik jaman saya kecil tetangga sebelah rumah adalah Etnis China di dalam ruangan tamu terdapat Tepekong tempat melakukan ibadah setiap pagi membakar dupa seperti lidi warna merah, aromanya khas sampai hari ini  pun saya masih bisa merasakannya, mereka juga bergaul dengan kami, main bulu tangkis, kelereng, gobakslodor (go back slow door), layang-layang, main bola dan segala mainan jaman dulu termasuk panggalan dan lain-lain.
           Saat ini pun sudah banyak etnis Tionghoa juga sudah yang berkiprah dimana-mana di ASN juga sudah banyak.
           Kita kembali ke Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 03 Maret 2026, dalam filosodi Yin-Yang di hari ini menggambarkan keseimbangan yang sedang bergerak, karena itu suasana hati  bisa terasa lebih sensitif, emosi lebih mudah naik turun.
           Hari ke-15 setelah Imlek, bulan kembali bulat dan penuh, malam ini disebut Cap Go Meh, keluarga berkumpul, Tangyuan (onde) disajikan hangat bulatnya melambangkan kebersamaan yang utuh, etnis China sama dengan Jawa suka dengan simbol-simbol dalam setiap perayaan.
               Nah di tahun 2026 Cap Go Meh jatuh pada tanggal 3 Maret 2026 terjadi gerhana bulan total pukul 18.04 s.d. 19.02 selepas Maghrib mualai gerhana,bulan perlahan tertutup bayangan, malam penutup Imlek terasa sedikit berbeda.
               Menariknya di Indonesia, Cap Go Meh punya warna berbeda, terutama di Singkawang, ada pawai Tatung ritual lama yang dipercaya membawa perlindungan dan ini lah Lontong Cap Go Meh pun tersaji, sebagai perpaduan budaya di negeri ini.
                Asyikkan...tulisan ini sebetulnya mengenang teman-teman ku dahulu di kampung Cilacap yang Etnis China selamat yah kalian mesti bangga dengan budaya leluhurmu, akhirnya juga bahwa Cap Go Meh tahun 2026 adalah bersamaan dengan hari tanggal kelahiran penulis, istimewa sekali.
                Nanti akan penulis buat kan serial Masuknya Etnis China masuk ke Indonesia versi bacaan buku-buku yang penulis punya.
                 Kenapa Kaisar China mengirimkan Armada yang dipimpin Oleh Laksamana Chengho, memberantas perompak yang menguasai Kerajaan Sriwijaya, kenapa ada Tanpeng Nio yang diperistri oleh Bangsawan Kebumen dan seterusnya pokoknya menarik deh. tunggu yah...