Selasa, 31 Desember 2024
Jumat, 06 Desember 2024
SELF DRIVING
Pendahuluan
Buku
Self Driving : menjadi Driver atau Passenger karya Prof. Dr. Rhenald
Kasali, berkaitan erat dalam kepemimpinan atau leadhership, sebab
kepemimpinan selalu ada dalam setiap lini kehidupan, proses untuk meraihnyapun
akan berbeda-beda melihat apa, siapa dan dimana seseorang untuk dijadikan
pemimpin bagi kelompoknya atau lingkungannya, boleh jadi di lingkungan tertentu
seseorang menajdi Passanger akan tetapi pada komunitas berbeda dialah
sebagai Driver, maka buku ini sangat menarik untuk ditelaah karena tentang kepimpinan dimintakan
pertanggungjawaban bagaimana anda memimpin dan bagaiaman cara anda meraih jadi
pemimpin disana.
Nilai-nilai kepemimpinan dalam buku Self
Driving : menjadi Driver atau Passenger karya Prof. Dr. Rhenald
Kasali, terbagi menjadi tiga yaitu nilai sosial, nilai politik dan nilai agama.
Nilai sosial berkaitan erat dengan
manusia yang merupakan mahluk sosial tentunya memiliki mental saling membantu orang
lain agar mereka berhasil juga, karena seoarang driver hidup saling
berinteraksi, maka kemampuan untuk mengembangkan orang lain agar orang tersebut
memiliki kualitas lebih baik. Nilai tertinggi yang terdapat disini adalah kasih
saying antar manusia. Karena itu kadar nilai ini bergerak pada rentang antara
kehidupan yang individualistic dengan alturistik (sifat seseorang yang selalu
mengutamakan kepentingan orang lain). Sikap tidak berpraduga jelak terhadap
orang lain, sosialibilitas, keramahan dan perasaan simpati dan empati merupakan
perilaku yang menjadi kunci keberhasilan dalam meraih nilai sosial. Dalam
psikologi sosial, nilai sosial yang paling ideal dapat dicapai dalam konteks
hubungan interpersonal, yaitu ketika seseorang dengan yang lainnya saling
memahami. Sebaliknya, jika manusia tidak memiliki perasaan kasih dan sayang dan
pemahaman terhadap sesamanya, maka secara mental ia hidup tidak sehat. Nilai sosial banyak dijadikan pegangan
hidup bagi orang yang senang begaul, suka berderma, dan cinta sesama manusia
atau yang dikenal sebagai sosok filantropik (berdasarkan cinta kasih terhadap
sesamanya).
Nilai politik digambarkan bahwa driver
dapat dan bisa berperan dimanapun berada, baik diperusahaan/kantor tempat
dia bekerja, disekolah tempat medidik peserta didik maupun di pemerintahan
sebagai pejabat atau abdi negara. Nilai tertinggi dalam nilai politik adalah
kekuasaan, karena itu kadar nilainya akan bergerak dari intensitas pengaruh
yang rendah sampai pada pengaruh yang tinggi (otoriter) . Kekuasaan
merupakan factor penting yang berpengaruh terhadap pemilikan nilai pada diri
seseorang. Sebaliknya, kelemahan adalah bukti dari seseorang yang kurang
tertarik pada nilai ini. Ketika persaingan dan perjuangan menjadi isu yang kerap terjadi dalam kehidupan
manusia, para filsuf melihat bahwa kekuatan (power) menjadi dorongan utama dan berlaku universal
pada diri manusia. Namun apabila dilihat dari kadar pemilikannya nilai politik
memang menjadi tujuan utama orang tertentu, seperti para politisi atau
penguasa.
Nilai agama ini berkaitan erat dengan
Tuhan ketika meminjamkan kendaraan pada manusia agar dimanfaatkan dalam
kehidupan balangsung yang tentunya akan
mengantarkan setiap manusia menuju impian-impian yang tertakdirkan. Secara
hakiki sebenarnya nilai ini merupakan nilai yang memiliki dasar kebenaran yang
paling kuat dibandingkan dengan nilai-nilai sebelumnya. Nilai ini bersumber
dari kebenaran tertinggi yang datangnya dari Tuhan, cakupan nilainya pun lebih
luas. Struktur mental manusia dan kebenaran mistik-transedental merupakan dua
sisi unggul yang memiliki nilai agama. Karena itu, nilai tertinggi yang harus
dicapai adalah kesatuan (unity). Kesatuan berarti adanya keselarasan
semua unsur kehidupan, antara kehendak manusia dengan perintah Tuhan, antara
ucapan dan Tindakan, atau antara I’tiqad dengan perbuatan. Bahwa pada sisi
nilai nilai inilah kesatuan filsafat hidup dapat dicapai. Diantara
kelompok manusia yang memiliki orientasi
kuat terhadap nilai ini adalah para nabi, imam, atau orang-orang sholeh. Nilai
agama atau nilai religius juga diartikan sebagai sesuatu yang dianggap berharga
dan mengandung manfaat menurut tinjauan keagamaan. Dengan kata lain sejalan dan
sejajar dengan pandangan dan ajaran agama.
Sehingga ketika seorang manusia
memahami akan arti kepemimpinan maka dia tidak akan sewenang-wenang menggunakan
kekusaannya demi untuk mencapai tujuan yang diinginkan, maka bagi individu
manusia dia harus faham nilai kepimimpinanya, sebagaimana dalam ajaran agama
Islam bahwa manusia sebagai khalifah adalah untuk menjaga dan bertanggungjawab
atas dirinya, sesama manusia dan alam yang menjadi sumber penghidupan. Dalam
terminologi khalifah di muka bumi manusia memiliki dua sunatullah yang harus
dilakukan yaitu kewajibannya antara manusia dengan tuhannya, antara sesama
manusia dan antara manusia dan ekosistemnya.
Berkaitan dengan kepimimpinan maka
dibutuhkan kekuatan maksudnya adalah kekuatan/kemampuan manusia untuk
mempengaruhi orang lain, mempengaruhi bawahanya untuk mau bekerja bersama-sama
dengan jujur, amanah, ikhlas dan professional.
Self Driving : menjadi Driver
atau Passenger karya Prof. Dr. Rhenald Kasali, memaparkan prinsip-prinsip
seseorang pemimpin dalam hubungan dengan bawahannya disertai dengan
kejadian-kejadian nyata yang dialami oleh beberapa orang sehingga akhirnya
dapat menjadi seorang pemimpin.
Bab I
Berisi
tentang penjelasan dan pengertian atas konsep self drifing. Bahwa setiap
manusia dianugerahi kendaraan untuk mengejar setiap mimpinya. Kendaraan itulah
dirinya sendiri.
Bab
II
Rhenal
Kasali menyampaikan bahwa manusia sebenarnya adalah mahluk yang selalu
berfikir, hanya saja lingkungan dan kebiasaan membuat mereka berhenti berfikir.
Misalkan, orang tua yang melarang anaknya bepergian keluar negeri sendiri tanpa
menggunakan tour guide atau sopir
yang nyaman menikmati kemacetan tanpa mencoba rute-rute baru. Saat manusia
terjebak dalam kondisi inilah sebenarnya mereka telah berhenti mencari hal-hal
yang baru, seperti juga seorang ASN dalam kondisi yang nyaman membuat tidak
kreatif dalam berinovasi dibandingkan dengan para pekerja swasta yang selalu
berfikir bagaiman meningkatkan omset penjualan tau bagaimana laba agar terus
naik.
Bab
III
Rhenal
Kasali bertutur seputar Pendidikan di Indonesia dan hakekat Pendidikan itu
sendiri. Dalam perspekti beliau, Pendidikan adalah sebuah proses yang berjalan
secara terus menerus tanpa henti. Beliau menyayangkan bahwa banyak para lulusan
perguruan tinggi bertitel S-1 atau S-2 yang bingung saat ditanya buku apa yang
terakhir mereka baca, padahal pengetahuan yang didapt diluar jalur ijazah
berkembang jauh lebih pesat. Seharusnya lulusan perguruan tinggi tersebut
dengan penuh inisiatif menambah pengetahuan dengan banyak membaca.
Kesimpulan
1. Nilai-nilai
kepemimpinan dalam buku Self Driving : menjadi Driver atau Passenger
karya Prof. Dr. Rhenald Kasali, antara lain: nilai sosial, nilai politik
dan nilai agama. Nilai sosial yakni seseorang hendaknya memiliki mental untuk
membantu orang lain agar mereka berhasil juga, karena seorang driver hidup saling berinteraksi. Seorang driver juga
hendaknya mampu mengembangkan orang lain sehingga orang lain tersebut memiliki
kualitas yang lebih baik. Nilai politik yakni seseorang driver bisa
berperan dimanapun berada, baik diperusahaan tempatnya bekerja, sekolah
tempatnya mendidik peserta didik maupun di pemerintahan sebagai pejabat atau
ASN (Aparat Sipil Negara). Nilai agama yakni, seorang driver hendaknya
mampu mengendarai kendaraan yang dipinjampak Tuhan selama kehidupan
berlangsung yang akan mengantarkan setiap manusia menuju impian-impiannya.
2. Relevansi
nilai-nilai kepemimpinan dalam buku Self Driving : menjadi Driver
atau Passenger karya Prof. Dr. Rhenald Kasali, terhadap ASN Kementerian
Keuangan dalam nilai sosial bahwa pemimpin harus mengembangkan bawahan untuk
berkualitas sehingga dapat mengantarkan bawahan untuk jenjang karir lebih baik
atau menjadi driver pada kesempatan berikutnya. Secara nilai politik
bahwa ASN Kemenkeu mampu berperan dimanapun berada diunit eselon I dalam crossfunction,
atau dapat mampu berkreatif dan inovatif ketika di tempatkan pada seluruh
wilayah Indonesia. Yang terakhir Nilai agama, tentunya ASN Kemenkeu memilik
tugas dan fungsi yang sangat mulia maka kendaraan tersebut jangan dijadikan
alat untuk mencoreng muka sendiri dengan cara korupsi. Sebab jika terjadi hal
demikian maka tidak akan sampai tujuan untuk mensejahterakan masyarakat
Indonesia.
Jumat, 29 November 2024
PULANG
Senin, 25 November 2024
GURU
Digugu lan Ditiru
Makna menjadi berubah, ketika sosmed merambah meja-meja belajar.
Murid pun menjadi pongah, merasa benar sendiri, ketika adab hanya sekedar teori.
Murid menjadi-jadi ketika dunia maya merasuki pikiran dan peradabanya.
Bahwa murid harus patuh dan tunduk pada sang guru.
Itu dulu...
Sekarang guru makin terhimpit oleh gencarnya sosmed.
Sehigga petuah, hanya melalang buana dalam ukuran ruangan kelas.
Setelah itu, murid bebas mencaci, memaki di dunia maya.
Berat jadi guru yang digugu dan ditiru.
Sandarkan semua beban itu pada kekuatan yang Hakiki.
Allahurubbulizzati.
Dialah sang Maha Membolak Balikan Hati.
Dialah Maha Mengetahui,
Ikhlaskan pada sang murid ilmu padi, maka jati diri akan terpatri.
Tut Wuri Handayani
Masih akan bersemi.
Selamat Hari Guru.
😍😍😍
Mbah Kakung
Balam,25112024
DOA ACARA KAJIAN FISKAL REGIONAL (KFR)
Assalamualaikum
warrahmatullahi wabara katuh
Hadirin yang berbahagia,
marilah kita berdoa dengan khusus menurut agama dan kepercanaan masing-masing.
Pada kesemaptan ini izinkan,
saya untuk memandunya sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Audzubillahi mina syaitoni
rajiim, Bismillahirahmanirahim
Alhamdulillahirabbil alamin,
Hamdansyakirin hamdanaimin,
hamdayuafi ni’amahu wa yukafi mazidah, ya rabbaana lakal hamdu, kama yanbaghi
lijalali waj hikal karim, wa ‘adziishultonik.
Allahumma ya Allah, Tuhan
yang Maha Melihat
Tiada kata dan rasa yang
pantas kami haturkan kepada-Mu pagi hari ini, selain syukur kami kepada-Mu atas
segala nikmat dan hidayah yang Engkau anugerahkan kepada kami, sehingga kami
dapat hadir dalam Kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Kalimantan Tengah.
Untuk itu ya Allah ya Rahman
ya Karim, jadikanlah acara kami ini sebagai acara yang engkau ridhoi, yang
membawa berkah, bagi kami Masyarakat Kalimantan Tengah.
Ya Allah, Dzat yang Maha
Kuasa
Kami menyadari bahwa Kajian
Fiskal Regional ini belumlah sempurna karena kesempurnaan adalah milik Mu.
Oleh karena itu ya Allah
tumbuhkan kepada kami kemampuan daya pikir yang brilian untuk dapat menuangkan
pada Kajian Fiskal Regional dan berguna untuk menjayakan Bumi Isen Mulang, Kalimantan
Tengah.
Berikanlah kepada kami
Kesehatan, kekuatan dan kemampuan sehingga kami mampu mewujudkan Kaliamantan
Tengah , Baldatun thoyibatun warafun ghofur.
Ya Hafidz Ya Majid, Engkau
Maha Pemelihara dan Maha Mulia
Satukanlah hati-hati kami,
padukanlah Langkah kami dan tumbuhkan rasa persaudaraaan yang tulus dan ikhlas,
peliharalah jiwa kami dalam kesucian, serta hiasilah akhlak kami dengan
keteladanan sehingga dapat menghasilkan Kajian Fiskal Regional yang dapat
memberikan sumbangsih pemikiran dan menjadi referensi yang kredibel atas
iplementasi kebijakan fiskal guna terwujudnya kesejahteraan masyarakat
Kaliamantan Tengah.
Ya Allah ya Hafidz
Pertautkan tali kasih
diantara kami sehingga dapat menyikapi perbedaan dengan indah. Dan juga
jadikanlah acara pada hari ini, sebagai amal ibadah, sebagai simbol
kebersamaan, kekuatan dan persatuan, untuk membangun Kalimantan Tengah yang
kami cintai berdasarkan iman dan taqwa.
Ya Allah ya Ghaffar, Tuhan
yang Maha Pengampun
Engkau Maha Mengetahui
terhadap kelemahan dan kekurangan kami, Maka dari itu KepadaMulah kami
menyembah, KepadaMulah kami memohon pertolongan, ya Allah ampunilah dosa kami,
ampunilah dosa kedua orang tua kami, ampunilah dosa para pemimpin kami, kabulkanlah
doa dan permohonan kami.
Rabbana taqabbalminna innaka
antassamiul alim.
Watub’alaina innaka anta
tawwaburrahim
Rabbana atina fiddunya
hasanah wa fil akhirati hasanan wa qina ‘adzaban naar,
Subhana rabbika rabil izzati
amma yasifun wasamun alal mursalin walhamdulillahirabbil alamin.
Wassalamualaikum
warrahmatullahi wabarakatuh.
Rabu, 20 November 2024
ELA ELO
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1491679037234797"
crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Cobalah kopi Kind Cup Hari ni -->
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-1491679037234797"
data-ad-slot="4670613065"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
ELA ELO
SAWO DIPANGAN ULER
ELA ELO
WONG BODO NGAKU PINTER
Ini adalah sepenggal dari lagu Koes Plus Pop Jawa pada volume 1 tahun 1970, sepertinya saya menafsirkan atas lagu ini adalah sebagai gambaran sejak tahun 1970 atau sejak manusia ada di dunia ini, orang bodoh mengaku pinter sudah ada dan mungkin menggejala sehingga Koes Plus sebagai pemusik dia menggurui malalui seni, tanpa dibarengi dengan emosi membuat seni tarik suara menjadi pelampiasan atas ketidak mapanan situasi pada saat itu, sekaligus perwakilan keresahan masyarakat yang makin membesar maka musik adalah alat untuk meredamnya.
Dari lagu tersebut ternyata banyak manusia yang bodoh mengaku pintar, dengan rasa tidak bersalah, ini menrik parikan/pantun yang dilontarkan oleh Group Musik legendaris Koes Plus dan tentu saja ini menjadi pertanda tidak baik di lingkunan masyarakat dan Negara.
Tahun 1970 hal parikan atau pantun jawa tersebut sudah disindir dan didendangkan dengan lantunan musik sederhana tapi sangat mendayu dan enak didengan mudah dihapal bahkan sampai hari ini 2024 lagu tersebut terasa bankit kembali mengingatkan pada kita semua tentang jangan mengaku pinter kalau tidak tau, katakan saja terus terang kalau tidak tau, atau cukup diam saja tidak perlu komentar kalau memang tidak mengetahui permasalahan.
Namun diera digilatisasi hal ini menjadi jamak sebab tehnologi telah memanjakan kita semua, dengan mudah dapat dicari menggunakan AI (artificial intelligence) semua dapat dengan mudah didapatkan, tentu saja era AI tidaklah membuat bahwa kepintaran tidak perlu belajar, kecardasan tidak perlu pendidikan, sopan santun tidak perlu contoh, cukup dengan sekali browsing sudah ada di depan mata, maka AI itu sendiri tidak dapat memetakan apa isi hati setiap manusia, hanya sebuah dugaan secara tehnologi saja dan sebagai alat bantu.
Maka jangan sampai kita merasa pintar hanya karena AI, atau mengaku pintar dengan menggunakan AI, sebab otak manusia tidak dapat berbohong atas kemampuan masing-masing orang, apalagi ketika dihadapkan dengan sebuah UTBK ( Ujian Tenis Berbasis Kompetensi) apakah AI dapat menjawabnya karena otak manusia yang unik inilah kemudian dapat mencermikan tentang kecerdasan seseoarang.
Bagaimana jaman 70-an Koesplus sudah memprediksi dengan terawangan yang sangat cerdas bahwa suatu saat ada orang yang mengaku pintar padahal dia tidak pintar alias bodo, suatu lagu yang diciptakan sangat brilian pada masa itu, terbukti di saat sekarang banyak orang bodo mengaku pintar, hanya mengandalkan AI padahal sesungguhnya dia tidak memahami AI lah yang menjelaskan menuntun orang tersebut sehingga nampak dia pintar.
Berkenaan dengan hal tersebut tentunya kita semua sebagai manusia tetap harus mencerdaskan otak kita dengan pendidikan formal maupun informal karena pendidikan merupakan ciri negara atau masyarakat beradab dan maju, andai pendidikan tidak diajarkan tentang bagaimana berbuat baik pada sesasama, berbuat baik pada negara apajadinya masyarakat kita, gampang diadu domba, sengaja dibuat bodoh sehingga gampang dihasut ditipu, dibodohi oleh orang lain atau oleh negara lain.
Oleh karena itu mari kita renungkan lagi lagu Koes Plus tahun 1970, apakah kita merasa pintar, jika belum maka belajarlah dengan baik, tekun teliti dan sabar sehingga saatnya tiba kita sudah memiliki ilmu untuk berbuat baik pada siapun, jangan ela elo ngaku pintar padahal tidak mengenyam pendidikan formal.
selamat mencoba.
CELANA KOLOR
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1491679037234797"
crossorigin="anonymous"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-format="autorelaxed"
data-ad-client="ca-pub-1491679037234797"
data-ad-slot="5099095698"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Manusia mana yang tidak kenal celana kolor, coba tebak ini celana model apa yah, kalau dulu saya dikampung ya koloran saja buat ke sawah atau pergi dolan main dengan teman-teman, praktis ekonomis dan harga tidak menguras kantong.
Tapi sekarang gak ada yang pada pakai celana kolor, padahal di iklim yang tropis celana ini bisa bikin silir, sejuk bagian yang tertutupi celana, justru sekarang lebih suka menggunakan celana cingkrang bagi semua orang, modis juga sih celana cingkrang ini, apalagi kalau dipakai oleh para artis atau publik figur, hmmm sangat menggiurkan dan pengin deh memakainya, tapi sebetulnya celana cingkrang dulu juga sudah ada celana gombrang biasa untuk latihan pencak silat warnanya hitam.
Oke kalau begitu kembali ke celana kolor, dia itu tidak berbentuk ya apapun bentuk tubuh yang memakainya tidak terlihat menarik bahkan cenderung membosankan jika melihat orang yang mamakainya, itu orang pakai celana kolor kok tembus pandang nah lo.... ya memang begitu. soalnya bahan dasar celana kolor itu kain yang lembut seperti daster biasa dipakai emak emak, atau bahkan daster yang sudah robek, sisanya bisa dibuat dibikin lagi menjadi celaca kolor praktis dan menghemat biaya.
Di era tahun 80-an celana ini menjadi idola loh, pasti setiap rumah ada celana kolor, dan pasti ada bekas celana kolor yang sudah robek dan diletakan di sumur, jemuran, kandang bebek, kandang ayam atau bahkan untuk membersihkan ngepel, praktis juga deh. Setelah bertahun-tahun dipakai dan robek nah, fungsi selanjutnya adalah untuk lap pel rumah, atau juga untuk membersihkan kendaraan dinas yaitu sepeda onthel.
Pernah lihat tidak, sobekan celana kolor di selipkan dibawah sadel sepeda, atau di ikatnya pada tengah jeruji-jeruji tromol kemudian diolesi minyak goreng sobekan itu sehingga jika sepeda digowes dia berputar membuat tromol terus mengkilat, ini fungsi lain dari robekan celana kolor yang sudah tidak terpakai.
Atau sobekan celana kolor dapat dipakai untuk mengikat kedua kaki ayam dan digantungkan pada boncengan sepada ontel siap dijual ke pasar, nah banyak sekali fungsi purna pakai dari celana kolor tersebut.
Adakah sekarang sebuah alat yang purna pakai fungsinya dapat seperti celana kolor? hampir tidak ada, jaman sekarang rusak beli baru, buang ganti dengan yang baru walaupun dengan cara ngutang yang penting penampilan keren, walaupun setiap hari makan soto babat, soto ayam, dan lain lain soto dalam bentuk mie instan, tapi gaya melebihi tingginya bulan.
Itulah celana kolor, dapat digunakan saat santai bercengkerama dengan siapa saja, dan dapat memberikan pelengkap atas sesuatu bagi manusia yang membutuhkannya, bahkan jika ada buah nangka yang belum matang , buah pisang yang belum matang, tutup saja rapat dengan celana kolor bekas, besok langsung masak dan siap makan, percaya atau tidak silahkan prkatek.
Maka sesungguhnya celana kolor hanyalah sebuah ibarat dalam setiap kehidupan tidak akan sempurna, kesempurnaan hanya mlik yang Kuasa, jika kita ingin sempurna tirulah seperti celana kolor, purna pakainya saja dapat melengkapi kekurangan dan memberikan pelengkap atas kebutuhan kita.
Selamat menjadi celana kolor, jangan dilihat isinya tapi fungsinya. Ok semoga bermanfaat.