Sabtu, 19 Agustus 2023

Bulan Purnama

 

Saat malam tlah tiba

Dipertengahan bulan

Muncul si bundar mempesona,

mencorong penuh sahaja,

cahanya membahana itulah bulan purnama,

Seakan menyapa pada para manusia, bahwa aku masih ada.

 

Sinarmu tulus, menembus lurus ke seluruh penjuru tanpa ragu

Cahayamu terang benderang, tanpa ada penghalang

Kemunculanmmu ditunggu para nelayan...

Kehadiranmu ditunggu para petani..

 

Tapi...

Akhir-akhir ini kemunculanmu, tak pernah nyata.

Kadang mengintip bagai sabit..

Kadang buram diterpa penghalang.

Bahkan lenyap tanpa ada kabar dan terus meratap.

Ada apa gerangan bulanku..

 

Aku malu, dengan cahayaku nampak para perompak, jawabnya

Aku malu, dengan sinarku, berkelebat para penjahat

Aku malu, dengan terangku, berbondong para garong.

 

Cahaya dan sinarku, dicipta bukan untuk para durjana pada negara.

Cahaya dan sinarku, adalah hamparan berharga untuk sesama..

 

Bukan untuk mereka para penjahat, garong, durjana yang menggasak uang negara.

Singkirkan mereka,

 penjarakan mereka,

demi kuatnya Nagara Dana Rakca.

 

Cahayaku akan bersinar terang kembali..

Sinarku menggembirakan  nelayan dan petani..

Dan NKRI maju melesat membumbng tinggi..

Berani Korupsi, Lawan...


dibacakan pada 

11 Agustur 2023

di Palangka Raya pada acara anti korupsi

Senin, 24 Juli 2023

DANDANG DIKANDAKKE KUNTUL , KUNTUL DIKANDAKE DANDANG

Pada hari ini dunia maya makin menggejala bahkan membuat setiap oran terpana atas apa yang dilihat dan terpampang di sana. Dari masalah pribadi, politik, ekonomi, bahkan mengumbar harga diri demi mendapatkan viewer dan rating dan bercuan dilakukan, dengan masif tanpa ada malu dan merasa sudah bebas sebebas bebasnya mengumbarnya, apalagi difasilitasi dengan berbagai aplikasi di gedget yang dengan muda dapat didownload pada alat komunikasi.

Maka Dandang bisa jadi Kuntul, dan Kuntul bisa jadi Dandang pada dunia maya sekarang ini, Dandang adalah jenis burung pemakan ikan disungai, biasa digunakan oleh nelayan untuk menemani mencari ikan, paruhnya panjang. Sedangkan Kuntul adalah burung yang biasa di sawah warna putih leher panjang dan pemakan katak juga ikan, beda jenis dengan Dandang.

Di dunia sosial media, sangat mungkin dan sering terjadi bahwa apa yang diungkapkan beda dengan kenyataanya, apa yang disampaikan tidak sama dengan aslinya, artinya bahwa seharusnya Dandang dibilang Kuntul, seharusnya Kuntul dibilang Dandang.

Itulah saat sekarang maka pandai pandailan dalam menerima informasi dalam dunia sekarang sebab jika salah menerima informasi maka akan membuat kita tidak tepat dalam berbuat tidak tepat dalam melakukan tindakan.

Akan tetapi ternyata ada juga yang memproduksi secara sistemis dan provokatif membuat berita yang sebetulnya Dandang dibuat dan diberitakan menjadi Kuntul, secara masif dan terus menerus diciptakan walau tidak muncul siapa pelakunya tapi jika dicermati polanya sama dan sasaranyapun sama kepada siapa mereka membuat berita Kuntul jadi Dandang, sepertinya dunia ini akan dipenuhi dengan Dandang dikatakan Kuntul dan Kuntul dikatakan Danddang, jika orang-orang baik mendiamkan saja dunia maya, dunia sosmed dipenuhi oleh informasi yang diputar balikan, tanpa ada yang muncul orang-orang yang baik bermain juga di dunia maya.

Ibarat sebuah pabrik, memproduksi Dandang menjadi Kuntul itu macam sudah menjadi mata pencaharian, sehingga para pekerja yang berada di pabrik tersebut sudah tercuci otaknya, sudah tidak normal lagi bahkan seperti sudah gila, apa yang dia buat dan ciptakan sudah tidak mempertimbangkan baik buruk, sudah menyingkirkan hari nurani, yang penting dalam pikiran yang punya pabrik dan pekerjanya mendapatkan cuan berlimpah, mendapatkan sesuap nasi, mendapatkan secangkir kopi, tidak menimbang apa yang diproduksi adalah menjadi berdampak rusak tatanan dunia olehnya.

Kemudian apa yang harus kita lakukan dalam dunia penuh Dandang di beritakan Kuntul dan Kuntul diberitakan Dandang, jika kita manusi yang hidup alam ini pasti punya budaya leluhur apapun suku kita, budaya leluhur tidak pernah mengajarkan perbuatan tercela, tidak ada ajaran yang mengajarkan pada kita sesuai budaya kita baik suku jawa, sunda, batak, ambon, papua, dayak, bugis, dll untuk berbuat tercela pada orang lain, adakah yang mengajarkan nenek moyang kita untuk berbuat bengis pada sesama, untuk berbuat keji pada sesama, untuk menyakiti sesama, tentu saja tidak ada. 

Kok sekarang jadi bar-bar pada sesama, kok sekarang jadi keji pada sesama, berapa sih harga sebuah kopi, berapasih harga sebuah nasi bungkus, jika dibandingkan dengan budaya leluhur yang apik halus, rukun, tidak culas, tidak brangasan pada sesama.... 

Maka kita introspeksi pada diri kita, ada apa dengan kita, kok menjadi bar bar pada sesama, pada keji ke sama, pasti ada yang tidak beres...atau otak kita sudah dibalik oleh sistem yang di cangkokkan pada pembuluh darah, sehingga darah kita tidak bersih lagi, sudah kotor dan bau busuk.

Maka berdekatlah pada Allah SWT karena Tuhan pasti punya cara untuk membersihkannya yang tidak kita pikirkan sebelumnya, seperti kasus di Polri dan di Pajak Kemenkeu, itu cara Allah SWT membersihkannya.

Mari kita tungu dan tetap sabar. wallahu alam


    


Senin, 19 Juni 2023

WALI SONGO ADALAH INSPIRATOR KEMERDEKAAN INDONESIA

 

    Sangat menarik dan perlu mengkaji lebih lanjut atas keberadaan Walisanga dalam sejarah perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentunya dengan berbagai bukti yang ada sampai sekarang menunjukan bahwa para wali penyebar agama Islam di Indonesia itu memang ada dan nyata.

          Bagi pembaca yang lahir di tahun 1970-an ke bawah, maka tidak asing lagi dengan cerita dalam radio transitor single band, Ketoprak Mataraman dalam bahasa Jawa yang kental dengan Kejawaannya dan kental dengan seni dakwah para wali yang digambarkan dalam ketoprak tersebut dengan sebutan Wong Agung, kita memang agak sulit untuk menemukan literasi atau buku yang memang digubah oleh asli orang Indonesia tentang sejarah Mataram Islam, sampai perjanjian Giyanti, memang ada tapi tidak  banyak, dan berhasa Jawa, seperti Babad Tanah Jawa, Babad Giyanti dalam bentuk tembang jawa.

          Semua tentang Babad Tanah Jawa, yang menuangkan jejak langkah para Wali Sanga menginspirasi atas kemerdekaan Indonesia, kenapa demikian? Karena persatuan antar raja-raja tanah jawa itu menyebabkan , penjajah VOC harus mengeluarkan dana, prasarana dan tentara yang tidak sedikit, seperti bagaimana pertempuran yang dikomandoi oleh Pengeran Samber Nyawa membuat penjajah kalang kabut, dan Perlawanan Pangeran Diponegoro 5 (lima) tahun dapat membikin kas VOC tekor, nyaris bangkrut.

          Dari situlah kemudian inspirasi terbentuk dalam kancah perpolitikan Indonesia, untuk saling bersatu padu mengusir penjajah, sampai kepada Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia  17 Agustus 1945.

          Nah alangkah baiknya kita lihat peran para Wali Sango ini seperti apa dan bagaimana cara beliau mendakwahkan ajaran agama Islam, ditengah mallyoritas pemeluk Hindu dan Budha, mari kita lihat :

     1.  Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 1419 M

Dikenal juga bernama Mahdum Ibrahim al Samarkandy, Syeh Maghribi, masyarakat menyebut Kakek Bantal. Pada masa awal dakwahnya, Maulana Malik Ibrahi memulai kegiatan dengan membuka warung menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang murah. Secar khusus Maulana Malik Ibrahim menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secar gratis.

Selain keahlian tersebut, Syeh Maghribi juga mengajarkan cara-cara bercocok tanam. Dalam dakwah sosialnya, ia sangat dekat dengan masyarakat bawah-kasta yang disisihkan dalam Hindu. Oleh karenanya, dengan berbagai strategi tersebut, ia sangat disegani dan dicintai oleh masyarakat. r Untuk menyokong gerakannya, Maulana Malik Ibrahim kemudian membangun tempat belajar agama di Leran , Gresik.

2.  Sunan Apel 1401 - 1481 M

    Ampel Denta (Surabaya dan Madura)

Raden  Rahmad dikenal sebagai Sunan Ampel. Yang diidentikan dengan nama tempat di mana ia lama bermukim, yakni di daerah Ampel Denta yang kini menjadi bagian dari Surabaya.

Ampel Denta merupakan daerah yang dihadiahkan oleh Raja Majapahit ke Sunan Apel, yang saat itu masih berupa rawa-rawa. Di tepat inilah Sunan Ampel membangun pondok pesantrennya, yang pada abad ke-15 menjadi pusat pembelajaran Islam Nusantara. Santrinya tidak hanya terdiri dati orang-orang Nusantara, namun juga berasal dari manca negara.

Sunan Apel bermahzab Hanafiah. Akan tetapi, dalam pembelajaran ia hanya menekankan penanaman aqidah dan ibadah secara sederhana. Untuk memberantas penyakit moral masyarakat Sunan memperkenalkan istilah Mo Limo (Moh Main, Moh Ngambek, Moh Ngumbe, Moh maling, Moh madat, Moh madon.Atau seruan untut tidak berjudi, tidak minum-minuman keras, tidak mencuri, tidak mengunakan narko tga dan tidak berzina.

3. Sunan Giri

Sunan Giri semula memiliki nama Raden Paku dan juga Muhammad Ainul Yaqin, juga disebut sebahgai Jaka Samudra, yang dikaitkan dengan pembuangan dirinya ketika masih bayi oleh keluarga Raja Blambangan.

Masa kecilnya dihabiskan dengan nyantri di tempat misannya, Sunan Ampel. Tempat dimana Raden Fatah/Jing Bun (yang kemudian menjadi Sultan I Demak) juga belajar. Kemudian ia berkelana sampai ke Malaka/Malaysia dan Pasai/Samudra Pasai guna menuntut ilmu. Kemudian setelah dirasa  cukup ia mendirikan pesantren di perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Bukti dalam istilah Jawa disebut dengan "giri" sehingga ia kemudian dijuluki sebagai Sunan Giri.

Pesantrennya selain difungsikan sebagai tempat pendidikan agama, juga dipergunakan secara fungsional sebagai pusat pengembangan masyarakat. Karena kekhawatiran Raja Majapahit, Sunan Giri memiliki potensi pemberontakan, maka kemudian Sunan Giri diberi keleluasan untuk mengatur pemerintahan.  Sehingga pesantren tersebut kemudian juga berfungsi sebagai pusat kekuasaan yang disebut sebagai Giri Kedaton, yang darinya kemudian Kasultanan Demak banyak mengadopsi sistemnya.

Sebagai pemimpin pemerintahan Sunan Giri dikenal dengan sebutan Prabu Satmata, yang menunjukan kelebihannya sebagai penguasa dalam arti fisik, sekaligus memiliki kekuasaan dibidang kerohanian.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa waktu itu. Ketika Raden Fatah melepaskan diri dari Majapahit yang memasuki keruntuhan (sirno ilang kertaning bhumi/1400 M), Sunan Giri kemudian bertindak sebagai penasehat dan panglima militer Kasultanan Demak. Hal ini tercatat dalam Babad Demak. Pada masa-masa berikutnya, Demak tidak lepas dari pengaruh Gri Kedaton. Suanan giri kemudian diakui sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, pemegang rambu-rambu syari’ah se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun, yang salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh yang paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada abad ke-18 pada masa inilah setelah kematian Pangeran Singosari pada tahun 1679, Giri Kedaton kemudian surut oleh rongrongan dan gempuran bertubi-tubi kerajaan Mataram yang berkoalisi dengan VOC Belanda.

Dalam keagamaan, Sunan Giri dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fiqih. Sehingga kemudian ia dikenal dengan sebutan Sultan Abdul Fakih. Ia juga pencipta karya seni yang andal. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, Lir-Ilir, dan cublak cublak suweng disebut sebagai kreasi seni religius Sunan Giri. Demikian pula gending Asmaradana dan Pucung – kesenian bernuansa Jawa namun syarat dengan subtansi ajaran Islam.

BERSAMBUNG

Minggu, 18 Juni 2023

ARUS ITU DERAS ANAKU

     Ketika layar sudah terkembang pantang diturunkan sebelum sampai ke tujuan, ketika dayung sudah masuk kedalam air, pantang untuk diangkat sampai perahu menuju arah yang akan diinginkan.

    Kita mesti waspada bahwa, arus itu deras dan tidak terlihat dengan jelas, maka teruslah layar terkembang, dayung dikayuh agar arus dapat dijinakkan dan jalan tetap lapang sampai tujuan.

    Kalau hanya arus pasti kau bisa lampaui, tapi arus kadang dibarengi dengan gelombang, badai dan derasnya hujan, tetaplah mendayung anaku, agar tidak terbawa arus dan terbanting oleh gelombang, tetaplah pasang layarmu, agar badai dan hujan tidak menghalangi sampai tujuan.

    Perlu diingat bahwa arus, hujan dan gelombang adalah benda cair, dayung, layar dan perahu adalah benda padat anaku, pakailah benda padat itu untuk menjinakan benda cair, karena tekad yang padat bulat dan utuh dapat mencairkan suasana, walau arus badai dan ombak merajalela, dan perjalanan ini akan sampai tujuan sesuai apa yang kita tekadkan bersama-sama.

    Biarlah arus itu deras, gelombang dan badai itu ganas karena dia sedang menjalankan tugas Illahi, tapi layar tetap terkembang dan dayung tetap dikayuh.




Palangka Raya, Bumi Tambun Bungai

dini hari 03.00 WIB 18 Juni 2023

Cucu-cucu pada mbangunin Mbah untuk tahajud.

Senin, 10 April 2023

SEDULUR PAPAT LIMO PANCER

     Judul di atas merupakan sebuah Ilmu Jawa Kuno, terdengar agak aneh berbau mistis jawa bagi kita semua sangat langka dan memerlukan pemahaman

Rabu, 22 Februari 2023

LIDI

 

                                                                INI SEBUAH CERITA TENTANG PERTEMPURAN

JIKA GENDERANG TELAH DITABUH, PANTANG MUNDUR SAMPAI KE MEDAN MUSUH

ISEN MULANG, RAWE RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG...

MENYERANG, BERTAHAN, MEMBUNUH, TERBUNUH ADALAH HAL BIASA DI SANA.

TAPI KEMENANGAN HAKIKI ADALAH MENGALAHKAN PASUKAN MUSUH TANPA HARUS BERTEMPUR,” KATA SUN TZU.

NGLURUG TANPO BOLO MENANG TANPO NGASORAKE,” KI RONGGO WARSITO LEBIH DALAM LAGI.

IBARAT SEBUAH LIDI, BATANGNYA PASTI LURUS, KUAT, LIAT, DAN TAK MUDAH PATAH,

SEBAGAI PENAHAN POHON NYIUR YANG TINGGI MENJULANG, DARI TERJANGAN BADAI,

BAHKAN BELAIAN MESRA, ANGIN SEPOI SEPOI DIA TETAP TERJAGA.

SERIBU IKAT LIDI, TAK KAN MUDAH DIPATAHKAN,

MAKIN BANYAK LIDI TERIKAT, MAKIN KUAT, MENGGUNCANG DAN MENGANTARKAN SEBUAH PERAN BARU.

LIDI JUGA MERASA LELAH, TAPI LELAHNYA ADALAH BUAH DARI PERJALANAN MENUJU SUKSES SEBAGAIMANA HARAPAN YANG DI AMANAHKAN PADA PUNDAKNYA

SATU LIDI MENANDAKAN KEKUATAN BARU, ENERGI BARU UNTUK MENYONGSONG PERAN BARU MENUJU INDONESIA MAJU.

INILAH PERTEMPURAN KITA, MENANG TANPA HARUS MENGALAHKAN ORANG LAIN

MENANG TANPA HARUS MENGORBANKAN LAWAN.

MENJADI REGIONAL CHIEF ECONOMIST.

 

 Sampit, 22022023


dibacakan saat Rapat Penguatan Seksi Bank .

Selasa, 27 Desember 2022

Belajarlah engkau pasti akan bisa

 

Belajarlah engkau pasti akan bisa, begitulah kira-kira ungkapan menarik untuk diuraikan lebih lanjut tentang apa yang harus dilakukan ketika kita memutuskan untuk belajar, tentunya belajar tidak dibatasi oleh ilmu dalam dunia akademis saja tetapi mencakup sesuatu yang tadinya tidak tau menjadi tau, itulah belajar. Dan lagi pula belajar juga tidak dibatasi oleh usia, baik usia anak-anak, dewasa dan menjadi orang tua jika ada sesuatu yang kita tidak tau, disitulah fungsi belajar muncul dengan sendirinya. Bagaimana tidak, ketika bayi baru lahir dan sudah dapat melihat, siapa ayahnya siapa ibunya, dia akan merekam setiap ucapan tingkah laku kita dan kemudian akan meniru apa yang kita lakukan tanpa diperintah, maka waspadalah ketika kita mempunyai anak umur dibawah lima tahun, mereka akan mudah merekam semua polah tingkah kita, sebagai wujud dari dia memulai belajar, tanpa kita sadar.

        


      Beranjaknya waktu dan senja mulai meradang, anak-anak makin dewasa dan mulailah bergaul dengan  tipe manusia yang berbeda-beda, inilah dunia dengan segala keasyikannya, siap bisa memainkan melodi maka alunan pun akan terdengar indah mendayu bahkan sampai membuat kita tertidur lupa akan tugas utama sebagai manusia, oleh sebab itu bolehlah kita mencermati sebuah pemikiran yang perlu kita pikirkan tentang tipe manusia :

1.    Tipe manusia yang ngerti, dia mengerti kalau dia mengerti, maka tunjukan aturannya agar dia sesuai aturan yang ada agar tidak menggunakan kepintaranya untuk membuat orang lain menjadi bodoh.

2.    Tipe manusia yang ngerti, tapi dia tidak mengerti kalau dia ngerti, maka ajalaklah dialog, gandeng dia, tuntun dia buka wawasannya maka dia akan ngerti bahwa dia itu ngerti.

3.   Tipe manusia yang tidak ngerti, dan dia ngerti bahwa dia tidak mengerti, ajarkan dia, berikan petunjuk jalan, berikan tatacaranya, berikan regulasinya maka dia akan mengerti dan mau melaksanakannya.

4.    Tipe manusia yang tidak mengerti, dan dia tidak ngerti kalau dia tidak mengerti, manusia seperti ini, didiklah dengan sistem pendidikan yang memadai, agar dia tau diri kalau dia tidak mengerti...




    Lalu bagaimana kalau anak-anak usia Sekolah Dasar, ajaklah bermain dengan ideku seperti ini, untuk mengajar tentang APBN pada SDI Islam Hasanka, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, scenarionya kayak apa, ini silahkan dipraktekan :

Aku punya Ide Kakak kakak... (ide ini aku sampaikan pada Kemenekeu Mengajar 7 tahun 2022)

Peralatan

1.    Satu buah kotak karton, bisa dari kotak mie intsan, dilapis kertas putih.

2.    Di tulis dikarton tersebut APBN.

3.    Potongan kertas bebas warna warni, sebesar uang kertas, sebanyak siswa yang ada.

4.    Tulis potongan kertas itu dengan nilai uang Nominal Rp. 2.000, RP. 5.000 dan Rp. 10.000.

5.    Dibalik kertas tulisan uang dituliskan, Pajak, Cukai, Jenis-Jenis Penerimaan Negara yang mudah dicerna

6.    Masing masing uang kertas itu, di tempel double tip, dibagian tulisan pajak, cukai, dll

7.    Siapkan gambar Pesawat terbang, Gambar Jembatan, Gambar Jalan, Gambar apa saja tentang pembangunan

8.    Setiap Gambar tersebut di tulis nilai uangnya misal gambar jembatan nilainya Rp. 20.000,- Gambar Jalan Rp. 30.000,- dst.

Bagaimana cara mengajarkannya :

Kakak 1 : Bercerita tentang menabung, anak anak pasti punya tabungan kan...

              Menabung untuk rencana beli apa anak anak... dst.. berimprofisasi

Kakak 2 : Memegang uang kertas yang siap dibagikan ke pada murid murid.

Kotak Bertuliskan APBN sudah di siapkan dan diletakan di depan yah.

Kakak ke 2 : sambil pegang uang kertas yang siap dibagikan bernyanyi

“bang bing bung yok kita nabung

Bang bing bung yok kita nabung

Rajin nabung lama-lama jadi untung “

Kakak Ke 2 dan ke 1 bernyannyi bersama dan mengajarkan nyanyi tersebut, ke anak anak bareng – bareng..... sampai seru boleh berkali kali secukupnya..sambil lompat lompat juga boleh kok......he he he

Kakak ke 1 : berteriak siapa yang suka nabung....jika ada murid  yang bilang  saya... Kaka ke 2 : memberikan uang kertas itu ke anak anak sampai uang kertas itu habis yah...

 

Ketika kakak ke 2 : membagikan uang kertas, nah kakak ke 1 menempel gambar jembatan, pesawat terbang, jalan dll menggunakan double tip ke dinding/Papan tulis.

Kakak 1 : setelah selesai menempel gambar.

Bercerita :

Anak anak, didepan sudah ada gambar, jembatan, pesawat, dll sebutkan, berapa harganya sebutkan satu satu...yah kak...

Untuk beli pesawat dengan harga misal 10.000, uang ditangan anak-anak cukup apa tidak.....

(Jangan lupa kardus putih beruliskan APBN tetap di depan anak anak yah...he he)

Bagaimana agar cukup untuk membeli pesawat, jembatan, gedung, jalan... ada yang bisa jawab.....( kalau ada yang bisa jawab uang yang ditangan anak tersebut diperintahkan masukan ke kotak Putih bertuliskan APBN).

Buatkan pertanyaan petanyaan analogikan dengan menabung... tadi.

Setiap yang bisa jawab masukan uangnya ke kotak APBN.

Kakak Ke 2 :

Anak anak kita butuh uang banyak untuk membeli pesawat dll, uang di kotak ini tidak cukup, untuk membelinya.

Sekarang siapa yang pegang uang ada tulisanya pajak,.......ayo masukan ke dalam kotak..

Siapa yang pegang uang yang ada tuilasannya cukai.... ayo masukan...

Sampai uang di tangan anak anak habis...

Permainan kita mulai lagi..

Kakak ke 1 :

Siapa yang bisa maju, kedepan, kemudian belanja pesawat dengan uang yang sudah terkumpul.... ayo siapa..

Jika sudah ada yang maju boleh dikasih hadiah...ha ha ha apa yah...terserah..

Anak itu disuruh ambil uang dalam kardus, dan jumlahnya sama dengan harga pesawat, jalan, jembatan,, lalu dia disuruh menempelkan pada gambar pesawat, jalan dll..

Sampai habis.... dan semua gedung, pesawat jalan terbeli semua,




Hasilnya seperti apa, dan silahkan disimpulkan anak-anak ini masuk dalam tipe manusia yang nomor berapa,, tulis di komentar yah...