Rabu, 21 Desember 2022

AKU ANAK PINTAR INDONESIA (dibaca bersama sama)

 

Anak Pertama : Dokter

“ Aku cita-cita jadi dokter, mengobati orang sakit seluruh Indonesia “

 

Anak Kedua : Sarjana Teknik

 “ Ku ingin jadi Sarjana Teknik, membangun seluruh wilayah Indonesia adalah cita-citaku”

 

Anak Ketiga : Sarjana Hukum

 “ Aku ahli Hukum, cita-citaku Menjunjung Tinggi Hukum untuk Kesejahteraan Indonesia”

 

(diucapkan bersama sama)

“ Ayah Bunda, aku mohonnnn..

uang untuk jadi dokter,

untuk jadi sarjana teknik

dan uang untuk jadi sarjana hukum”

 

Dari uang Haknya ayah dan bunda yahhhhh..

Aku mohonnn sekali......

Agar kita...

 

Bahagia ... (dokter)

Selamat ... (sarjana teknik)

dan sejahtera... (sarjana hukum)

 

Terima kasih... (diucapkan bersama sama)


HAKORDIA 2022 

untuk anak SMP Palangka Raya

Sajak sajak dalam Renungan

 

Sunyi.... Sepi..... Bergelayut mesra, pada sebuah, asa yang selalu kita jalani bersama...

 

Kokok ayam terasa hambar...

Gemericik air hujan, lenyap seketika, bagai melewati daun talas.

Redup lampu teplok dinding, makin membuat hitam, legam seisi ruangan.

 

Bukan.......Bukan...

Kita bukan sedang bersedih....   teman.

Kita sedang membaca, bahwa bumi.....makin menua.....

Kita sedang mengintip..

Bahwa Bumi Manusia makin renta..

 

Yaaa.....

Makin Tua dan Renta...

 

Tongkatpun tak bisa menyangganya.

Gunungpun tak sanggup menopangnya.

Lautpun,... akan habis untuk menyegarkanya.

 

Lalu apa yang harus kita perbuat..... Teman.

 

Sampaikan salam kami..

Sampaikan permohonan maaf kami...

Untuk seisi bumi, di hari yang Fitri.

 

Agar Bumi Berseri Kembali.


(Idul Fitri, 2022)

Dibaca dalam acara silatturahmi Idul FItri tempat kerja

PERKUAT SINERGI MENGAWAL PEREKONOMIAN REGIONAL (Sajak Rakorwil)

 


PERKUAT :

MEMBUAT YANG SUDAH KUAT MENJADI LEBIH KUAT

JIKA SUDAH KUAT, APATAH ARTI SEBUAH PEKERJAAN YANG BERATPUN MENJADI RINGAN

RINGAN ITU PEKERJAAN DIKERJAKAN SECARA BERSAMA SAMA

BUKAN BERSAMA-SAMA MENYERAHKAN KERJAAN PADA PELAKSANA....

DISINILAH NILAI SEBUAH PENGUAT SEKALIGUS PEREKAT

MENJADI SIMPUL ATAS KUNCI SUKSES SEBUAH KERJA BERSAMA...

 

SALING MENGUATKAN, SALING MENGUNCI, AGAR TIDAK ADA CELAH BAGI PENCURI..

MAKA PERKUAT ADALAH SEBUAH KATA UNTUK MENGIKAT, SEMUA  YANG ADA DISEKITARNYA

 

SINERGI :

KITA SUDAH TAU APA ITU SINERGI...

BAHKAN SUDAH HAFAL DILUAR KEPALA APA ITU SINERGI...

MEMBANGUN KERJASAMA INTERNAL... INILAH SINERGI

INTERNAL, INTERNAL , INTERNAL...

BARU BERMESRAAN DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN.

 

BAGAIMANA BISA,

DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN

MUDAH BERKASIH MESRA,

TAPI INTERNAL PORAK PORANDA...

SEPERTI CINTA API KEPADA KAYU YANG TELAH MENJADIKANYA ABU... KATA SAPADI JOKO DAMONO DALAM SAJAKNYA-SAJAKNYA.

 

ATAU PADA SUATU HARI NANTI

IMPIANKU PUN TAK DIKENAL LAGI

NAMUN DISELA SELA HURUF SAJAK INI

KAU TAK AKAN LETIH-LETIHNYA KUCARI, SAPADI JOKO DAMONO

 

TERUS DI MANA LETAKNYA SINERGI...

DI LANGIT YANG TAK TERLIHAT UJUNG PANGKALNYA

ATAU DIKOLONG KURSI KERJA, PENGAP NYAMUK DAN GELAP...

LALU

DIMANA LETAKNYA SINERGI...

ATAU SINERGI ITU..

SEPERTI HUJAN DIBULAN INI...

TAK ADA YANG LEBIH TABAH DARI HUJAN DIBULAN INI

DIRAHASIAKAN RINTIK RINDUNYA, KEPADA POHON BERBUNGA ITU KATA SAPARDI JOKO DAMONO.

MUNGKIN SINERGI ITU BAGAI :

Ragamu ada di sini bersama orang-orang lain, tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan.” KATA JALALUDIN RUMI

ATAU SINERGI ITU APA KATA KHALIL GIBRAN

Tetap saja semua sama
Sejak kau pergi
Ku masih saja menanti mu
Hingga kau kembali
Dan takkan tinggalkanku lagi
Entah kapan

Ataukah sinergi itu seperti sajakku bulan lalu

AKU MENUNGGUMU DI SEBERANG SANA...... SAYANG

BAHWA JANJI KITA AKAN TERLAKSANA

JIKA MATA, HATI DAN PERASAAN KITA TIDAK BERBEDA

UNTUK MEMBANGUN BUDAYA TANPA CURIGA

 

NAMUN TERNYATA

SINERGI ITU LETAKNYA ADA DISINI

DI DADA DAN DIHATI

JIKA DADA INI TIDAK TERBUKA LEBAR UNTUK INTERNAL

HAMPIR DIPASTIKAN

ASYIK MESRA DENGAN PEMANGKU KEPENTINGAN ADALAH

BAGAI UCAPAN CINTA API KEPADA KAYU YANG TELAH MENJADIKANYA ABU KATA SAPADI JOKO DAMONO.


Akhir, Oktober 2022

Mencari yang hilang dalam untaian Sajak

 

Selasa Kliwon, 6 September 2022

22:19 WIB, Bangkirai

 

BUMI DIPIJAK BERJALAN TANPA ARAH

SUARA KATAK TERDENGAR, NAMPAK TERUS MENJERIT

SEPERTI PERMINTAAN TOLONG, PADA MANUSIA DAN ALAM YANG MENDENGARNYA

 

AKU MENGERTI,

ITU ADALAH JERITAN RINTIHAN

TAPI

AKU TAK MENGERTI, APA YANG DIA PIKIRKAN

 

MUNGKINKAH DIA MERINTIH KARENA BERSEDIH

BAHWA SUNGAI DAN AIR SUDAH TIDAK BERSIH LAGI

MUNGKINKAH DIA BERSEDIH

BAHWA TIDAK ADA TEMAN YANG SEJALAN SEIYA SEKATA DALAM BERKELANA

......................

ATAUKAH DIA MENJERIT

KARENA SEMUA ISI DUNIA TAK PUNYA HARGA DIRI

 

TERUSLAH BERSEDIH

KARENA JERITANMU, ADALAH LECUT.

UNTUK MENJADI BERSIH ITU, DIPERLUKAN

DERAP....

LANGKAH KAKI

TANGAN

OTAK DAN PIKIRAN

DEGUB KENCANG

SEIRAMA BERSAMA SAMA

 

SELASA KLIWON, 6 SEPTEMBER 2022

22:56 WIB, BANGKIRAI

 

AKU MENUNGGUMUUU......DISEBERANG SANA

SEBUAH TEMPAT YANG TELAH KITA SEPAKATI BERSAMA

 

KITA KAN BERJALAN, SETAPAK DEMI SETAPAK, MENUJU SINGGASANA

 

BEKALKU TAK SEBERAPA BANYAK

TAPI NIATKU BULAT, MENUJU TEMPAT YANG KITA RINDUKAN BERSAMA

 

SEBUAH TEMPAT YANG LAPANG, NYAMAN, SEJUK, INDAH,

TAK ADA HINGAR BINGAR, PERSETERUAN ANTAR SESAMA....

 

AKU MENUNGGUMU DI SEBERANG SANA..... SAYANG

TANPA DIRIMU AKU HAMPA,

KOSONG

TAK BERISI

LUNGLAI LEMAH

TAK BERDAYA

 

AKU MENUNGGUMU DI SEBERANG SANA...... SAYANG

BAHWA JANJI KITA AKAN TERLAKSANA

JIKA MATA, HATI DAN PERASAAN KITA TIDAK BER BEDA

UNTUK MEMBANGUN BUDAYA TANPA CURIGA

 

AKU MENUNGGUMU,,,,,,DI SEBERANG SANA SAYANG...

 

 

 

 

 

 

 

 

SELASA KLIWON

6 SEPTEMBER 2022

23:38 WIB, BANGKIRAI

 

MENDUNG BERGELAYUT, GELAP TANPA CAHAYA

 

 

PERTANDA GUYURAN AIR LANGIT TURUN KE BUMI

BUMI PUN BASAH, LEMBAB, DINGIN, GEMBUR, DAN MENJADI SUBUR

 

TANAHPUN MENGANTARKAN BIJI, MEREKAH MENJADI SAYUR DAN BUAH.

 

SAYUR DAN BUAH AKHIRNYA KITA MAKAN BERSAMA.

ITULAH INDAHNYA HARMONI.

TANPA ADA....... PAKSA DIANTAR MEREKA.

 

 

MENGAPA ENGKAU DIAM SAJA.....

SEDANGKAN HUJAN TURUN MEMPUNYAI ARTI...

 

MENGAPA ENGKAU DIAM SAJA...

TANAHPUN SUBUR TANPA RASA MENYESAL SETELAH HUJAN BERLALU...

 

MENGAPA ENGKAU DIAM SAJA...

SEDANGKAN TANAH TELAH MENUMBUHKAN SAYUR DAN BUAH TANPA RASA LELAH.

 

MENGAPA ENGKAU DIAM SAJA

KETIKA SAYUR DAN BUAH KAU MAKAN

TANPA RASA SESAL

 

MENGAPA ENGKAU DIAM SAJA........ KAWAN.....

BAHWA KITA SEDANG BERHAJAT MENUJU WBK.

Sabtu, 22 Oktober 2022

HARI SANTRI 2022

 

 

Selamat hari Santri 2022, ditetapkan oleh Presiden pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, tantangan terbesar dalam dunia Santri pada era digital seperti sekarang ini sesungguhnya perlu mendapatkan perhatian bersama-sama, baik dari kalangan Pemerintah maupun para pengasuh Pondok Pesantren dan terutama para Ulama pendiri pesantren-pesantren di pelolsok Nusantara.

Kontribusi santri pada era perjungan Kemerdekaan  Republik Indonesia sangat besar mengangkat senjata dan mempertahtankan harkat martabat bangsa dari penjajahan kolonial belanda sebagai penjajah bergaris kerajaan protestan, sebagai awal bergeraknya para santri dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berjihad mempertahtankan Kemerdekaan Rebulik Indonesia dari penjajahan.

Hal ini terbukti dengan fokus perhatiannya pada jaman revolusi untuk mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 denan angkat senjata baik dalam Laskar Hizboellah, Sabilillah bersama TKR, TRI dan TNI selam perang kemerdekaan 1364-1369 H/1945-1950 M, melawan tentara sekutu Ingris dan NICA.

Bermula dari pendaratan tentara sekutu dan NICA di Jakarta, Semarang dan Surabaya, serta Sumatera, 29 September 1945, sedangkan pemerintah Republik Indonesia tidak melakukan perlawanan yang nyata terhadap tindakan NICA dan Balatentara Jepang maka diadakanlah Rapat Besar Nahdatul Ulama se Jawa dan Madura tangal 21 – 22 Oktober 1945/ahad legi-sening pahing 14-15 Dzulqaidah 1364 atas permintaan Jenderal Sudirman memohon pada Presiden Sukarno untuk meminta fatwa perang/jihad karena Indonesia bukan Negara Islam.

Maka terjadilah rapat besar Nahdatul Ulama tersebut dan mengeluarkan Resolusi Jihad pada pemerintah Republik Indonesia :

Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia, supaya menentukan satu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap tiap-tiap usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannya.

 

Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat ”sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik  Indonesia Merdeka dan Agama Islam.

( dikutip dari BUKU API SEJARAH, JILID 2, AHMAD MANSYUR SURYANEGARA)

 

Resolusi Jihad pada terbentuknya Partai Islam Indonesia Masyumi, di Yogyakarta 7 November 1945, Rabu Pon, 1 Dzulhijjah 1364 H menjadi Resolusi Jihad Umat Islam Indonesia, antara lain :

Bahwa tiap-tiap penjajahan adalah suatu kezaliman yang melanggar perikemanusiaan dan nyata-nyata diharamkan oleh Agama Islam, maka 60 Milyun/60 Juta Kaum Muslimin Indonesia siap berjihad Fisabilillah, perang di jalan Allah Untuk menentang tiap-tiap penjajahan.

Memperkuat pertahanan Negara Indonesia dengan berbagai usaha, maka disusunlah suatu barisan yang diberi nama : barisan Sabilillah, dibawah pengawasan Masyumi. Barisan ini adalah menjadi Barisan Istimewa dari Tentara Keamanan Rakyat-TKR.

Keputusan Muhtamar Umat Islam Indonesia di bidang organisasi kesenjataan di kalangan ulama dengan nama Barisan Sabilillah 7 November 1945 Rabu Pon, 1 Dzulhijjah 1364 H sebagai kelanjutan dari telah terbentuknya 68 batalyon Tentara Pembela Tanah Air – PETA, 3 Oktober 1943 dan 400.000 Barisan Hisbullah – Tentara Allah, September 1943 pada masa pendudukan Balatentara Djepang 1942 – 1945.

Nugroho Notosusanto sejarawan Indonesia, menjelaskan bahwa Kapiten Yanagawa selama dua bulan melatih 50.000 Kaiko Seinen Teisintai atau Hisbullah – Tentara Allah sebagai pembantu Tentara Pembela Tanah Air – Peta. Keduanya Tentara Pembela Tanah Air-Peta dan Hisbullah-Tentara Allah, serta Barisan Sabilillah sesudah Proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi pendukung utama terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat 5 Oktober 1945, Jumat Kliwon 29 Syawal 1364.

Inilah sejarah hari santri nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden semenjak 2015, menjadi penting karena para santri memiliki daya juang dan daya dukung kepada Indonesia untuk diberikan kemudahan-kemudahan dalam menempuh pendidikan tinggi pada era globalisasi.

Sehingga perjuangan mereka dijaman revolusi dahulu dengan mengangkat senjata pada era serkarang para santri berjuang dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kualitas intelektual untuk mampu bersaing dan saya yakin sudah terbukti kemampuan para santri di kancah Internasional.

 

Selamat Hari Santri 2022

22 Oktober 2022

Kamis, 18 Agustus 2022

Biduk 30 tahun telah berlayar

 Biduk terus berlayar sampai, Sang Kholiq menetapkan perjalanan ini berlabuh di suatu waktu dan tempat yang telah ditentukan keberadaanya.

Setiap kita yang hidup tidak tau bahkan sangat buta kapan finishnya perjalnan dan kapan beranjak kembali untuk mengayuh roda perjalanan agar tetap berputar walau telah menjalar ternyata tiga puluh tahun sudah perjalanan ini, terus berlu kadang berhentti sejenk hamya utuk mmbubarkan h

Minggu, 14 Agustus 2022

KUWALAT

      Kuwalat, nah ini bahasa dari daerah mana dan apa makna dan artinya, konon kuwalat ini hanya ada pada bahasa Banyumasan, Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, Banyumas dan Kebumen yang merupakan satu rumpun dan satu karakter budaya.

    Jaman dahulu ketika penulis kecil kata-kata kuwalat sering dianalogikan dengan sebuah peringatan kepada kita agar jangan melakukan perbuatan yang tidak baik nanti kuwalat, nanti akan menimpa kita juga, atau nanti akan kita alami juga.

    Akan tetapi kuwalat ini sesunggunya lebih kepada perbuatan yang menyebabkan orang lain menjadi teraniaya, menjadi susah, menjadi tersakiti, nah perbuatan ini dilakukan oleh anak kecil kepada orang tua, atau anak kepada orang yang lebih tua, atau sekelompok orang kepada orang yang dituakan atau orang yang lebih tua, atau suatu perbutan pelanggaran anak kepada orang tua, maka digelari awas kuwalat.

    Uniknya ketika kita dikatain, dengan awas kuwalat kita langsung mengurungkan perbuatan kenakalan tersebut, dan ini manjur dan sangat ampuh untuk mendidik anak-anak untuk tidak melakukan perbutan kenakalan atau perbutan yang membuat orang lain merasa tersakiti.

    Nah pada hari ini, diera digitalisasi kita dipertontonkan dan ditunjukan bahwa saling caci maki melalui media sosial itu sangat masif dan sampai merusak tatanan budaya gutup rukun yang diajarkan oleh para leluhur kita, jika para leluhur mengetahuinya maka dia akan bilang "awas kuwalat" atas perbuatanmu pada orang lain, atas makianmu pada golongan lain kamu akan kuwalat, akan dibalas entah kapan. Tetapi nyatanya tidak ada takut sema sekali atas makian cacian pada golongan lain bahkan makin meningkat.

    Kuwalat ini sesungguhnya hanya merupakan  warning, agar kita selalu berbuat baik pada sesama, hanya sebuah peringatan agar kita tidak semena-menang pada orang lain, atau pada kelompok lain, hormat pada yang lebih tua tidak mencaci maki pada yang lebih tua atau bahkan langsung memvonis pada orang yang lebih tua tentang kejahatan yang diperbuat, padahal belum terbukti secara hukum, maka kuwalat akan mengincar anda.

    Pada hakekatnya kuwalat adalah sebuah ajaran agar kita saling kasih dan sayang pada sesama, tetap guyup walau beda suku, agama dan ras, tetap bersenda gurau walau beda suku, tetap main game online bareng walau beda agama, tentunya jika yang satu beragama Islam dan yang lainya beda agama ya diingatkan untuk sholat, indah sakali bukan.

    Maka kuwalat itu adalah sebuah konvensi, di budaya ngapak dan sebagai rambu-rambu untuk selalu ingat pada Sang Pencipta, bahwa perbuatan kejahatan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasannya.


wallahu alam

Bumi Tambun Bungai