Jumat, 30 September 2011

Lingkaran

Memperhatikan sebuah kaitan indah berpadu menjadi satu dengan bersambungnya sebuah garis tanpa ada ujung membentuk bulatan yang kita kenal dengan lingkaran. Ketika kita mulai menapaki hidup ini sebetulnya adalah sedang menyambung nyambung sebuah potongan-potongan untuk membentuk sebuah lingkaran kehidupan seorang manusia, walau kadang ada juga prosesi untuk membentuk lingkaran yang sempurna itu banyak terjadi berbagai cobaan. Kadang kita berfikir bahwa sudah cukuplah kita membentangkan garis untuk membentuk lingkaran bulat, sejatinya adalah bahwa ternyata kita hanya membuat setitik noktah kehidupan yang bisa dikatakan baru titik kehidupan di dalam sebuah linkaran hingar bingar bunderan besar kehidupan. Lingkaran ini bukan dalam arti yang sesungguhnya, akan tetapi sebuah gambaran tentang mengelola kehidupan dalam tataran lingkungan keluarga dimana kita berada sekarang, bahkan ternyata ketika kita belum berkeluargapun garis-garis tipis lingkaran telah dibuat atau bahkan sudah terberntuk tapi belum sempurna ujud lingkaran tersebut oleh Bapak kita atau oleh mbah-mbah kita terdahulu.
(FOTO INI ADALAH LINGKARAN AWAL) Bahwa kemudian ternyata bentukan lingkaran ini memakan waktu cukup lama dan entah kapan mencapai sempurna, bahkan mungkin sampai kita meninggalkan dunia lingkaran tersebut belum terbentuk juga, yang terpenting bukan kapan lingkaran itu jadi, tapi bagaimana usaha kita agar jalan untuk membentuk lingkaran atau cara untuk membuat lingkaran menjadi sempurna telah kita wujudkan, walau dengan sisa umur yang ada. Aisah,RA cemburu luar biasa kepada baginda Rasulullah SAW, kenapa? karena setiap ada sedikit kelebihan makanan selalu Rasul menyuruh Aisah RA untuk membagikan kepada teman-teman Almarhum Khadijah RA., ternyata inilah sebetulnya Tauladan yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa membentuk lingkaran komunitas keluarga (yang jelas keluarga bani Hasyim telah sempurna) tidak akan putus walau salah seorang dari unsur penyambung lingkaran itu telah tiada. Contoh yang Excelence... Maka dalam riwayat Hadish disebutkan bahwa : "jalinlah silaturahmi (lingkaran) kekeluargaan kepada teman-teman Orang tua kita" tujuannya adalah agar kita bisa mengingatkan akan kebaikan teman2 orang tua kita kepada keluarga kita... wow sebuah lingkaran baru harus dibentuk. Nah, biarlah mungkin orang tua kita buta huruf, biarlah mungkin orang tua kita tidak taat ibadah, biarlah mungkin orang tua kita kejawen, biarlah mungkin orang tua kita dulu pernah berbuat musrik, biarlah mungkin orang tua kita atau bapak kita maaf pernah makan daging anjing dll, tapi yakinlah bahwa itu dalam bingkai bisa dimaafkan, jika memang beliau2 ini belum faham hukum fiqih. Indah bukan, Artinya lingkaran harus tetap jalan walau ada setitik noktah hitam pekat, memang akan berhenti sejenak (ada judul tulisan saya tentang berhenti sejenak) tapi tidak untuk selamanya, alur lingkaran harus tetap dibentuk, walau umur sudah semakin udzur... Bahkan semakin udzur umur justru semakin dewasa dalam membuat jaringan lingkaran, guna mewujudkan tingkat nilai tertinggi dalam bingkai hadist Rasullah Muhammada SAW tersebut di atas. Maka, dalam koridor ini tidak berlebihan jika saya harus mengucapkan/meminta dengan segala kerendahan hati saya sebagai anak, saya sebagai bapak, saya sebagai cucu, saya sebagai kakak, saya sebagai menantu, saya sebagai kepala keluarga memohon maaf sebesar-besarnya ternyata saya tidak cukup mampu untuk menyambung lingkaran-lingkaran kekeluargaan ini, entah kapan selesainya..... tapi saya tetap yakin alur lingkaran ini sudah saya buat walau baru arsiran-arsiran tipis bening sebening embun suci bersih. Maafkan saya Ibu (Ibu Cilacap dan Ibu Kebumen). Wallahu 'Alam. SEMANGAT DI HARI IBU. BATAM 26 DES 2011 MENJELANG MAGHRIB.

Selasa, 13 September 2011

Puisi Taufik Ismail

Kerendahan Hati Oleh: Taufik Ismail Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar, Jadi saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang Membawa orang ke mata air Tidaklah semua menjadi kapten tentu ada awak kapalnya.... Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu Jadilah saja dirimu.... Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Palestina, Bagaimana Bisa Aku melupakanmu (karya Taufik Ismail) Ketika rumahmu diruntuhkan buldozer dengan suara-suara gemuruh menderu, serasa pasir dan batu bata di dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu yang berdarah Ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar sapu tangan lalu Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor agraria, serasa pohon kelapa dan kebun manggaku di kawasan katulistiwa yang dirampas mereka Ketika kiblat pertama gerek dan kerecaki bagai kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-sepatu serdadu menginjak tumpuan kening kita semua, serasa runtuh lantai papan surau tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al Qur’an 40 tahun silam di bawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini ditetesi air mataku Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu, Ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan tangan dan lengannya, siapakah yang tak menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang didzalimi mereka– tapi saksikan tulang mida mereka yang patah akan bertaut dan mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka Ketika kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan Samir Al-Qassem, Harun Hashim, Jabra Ibrahim Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang dibacakan di Pusat Kesenian Jakarta, Jantung kami semua berdegup dua kali lebih gencar Lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami pun memancar ke atas lalu menuliskan guratan kaligrafi… ”Allahu Akbar!” Dan “Bebaskan Palestina!” Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu, Ketika pabrik tak bernama 1000 ton sepakan memproduksi dusta menebarkannya ke media cetak dan elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi ke padangpasir belantara, membangkangi resolusi-reolusi majelis-majelis terhormat di dunia membantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yaseer Arafat dan semua pejuang negeri Anda, Aku pun berseru kepada khatib Dan imam shalat Jum’at sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh dan setiap pejuang yang menapak di jalan-Nya yang ditembaki dan kini dalam penjara lalu dengan kukuh kita bacalah “Laa quuwwata illa bi-llah!” Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu Tanahku jauh, bila diukur kilometer, jumlahnya beribu-ribu, Tapi adzan masjid Aqsha yang merdu Serasa terdengar di telingaku 1989

Rabu, 07 September 2011

PUISI PUISI CHARIL ANWAR


DOA (13 November 1943)

kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

AKU BERADA KEMBALI (1949)

Aku berada kembali. Banyak yang asing:
air mengalir tukar warna,kapal kapal,
elang-elang
serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain;
rasa laut telah berubah dan kupunya wajah
juga disinari matari lain.
Hanya
Kelengangan tinggal tetap saja.
Lebih lengang aku di kelok-kelok jalan;
lebih lengang pula ketika berada antara
yang mengharap dan yang melepas.
Telinga kiri masih terpaling
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar
seterang
guruh


AKU (Maret 1943)

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

CINTAKU JAUH DI PULAU (1946)

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

KARAWANG BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Jumat, 12 Agustus 2011

Tikus Pithi anata Baris


Jongko Joyo Boyo
dutulis oleh: Ronggowarsito (Nostradamus versi Jawa)

Iki sing dadi tandane zaman kolobendu
Ini yang menjadi tanda zaman kehancuran

1. Lindu ping pitu sedino
1. Gempa bumi 7 x sehari
2. Lemah bengkah
2. Tanah pecah merekah
3. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara
3. Manusia berguguran, banyak yang ditimpa sakit
4. Pagebluk rupo-rupo
4. Bencana bermacam-macam
5. Mung setitik sing mari akeh-akehe pada mati
5. Hanya sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal

Zaman kalabendu iku wiwit yen
Zaman ini ditandai dengan

1. Wis ana kreto mlaku tampo jaran
1. Sudah ada kereta yang berjalan tanpa kuda
2. Tanah jawa kalungan wesi
2. Tanah Jawa dikelilingi besi (mungkin maksudnya Rel kereta kali ya)
3. Prau mlaku ing nduwur awang-awang
3. Perahu berjalan di atas awan melayang layang
4. Kali ilang kedunge
4. Sungai kehilangan danaunya
5. Pasar ilang kumandange
5. Pasar kehilangan keramaianya
6. Wong nemoni wolak-walik ing zaman
6. Manusia menemukan jaman yang terbolak-balik
7. Jaran doyan sambel
7. Kuda doyan makan sambal
8. Wong wadon menganggo lanang
8. Orang perempuan mempergunakan busana laki-laki

Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, zaman kanikmatan donya, nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya
Zaman kalabendu itu seperti jaman yang menyenangkan, jaman kenikmatan dunia, tetapi jaman itu sebenarnya jaman kehancuran dan berantakannya dunia

1. Mulane akeh bapak lali anak
1. Oleh sebab itu banyak bapak lupa sama anaknya
2. Akeh anak wani ngalawan ibu lan nantang bapak
2. Banyak anak yang berani melawan ibu dan menantang bapaknya
3. Sedulur pada cidro cinidro
3. Sesama saudara saling berkelahi
4. Wong wadon ilang kawirangane, wong lanang ilang kaprawirane
4. Perempuan kehilangan rasa malunya, Laki-laki kehilangan rasa kejantanannya
5. Akeh wong lanang ora duwe bojo
5. Banyak Laki laki tidak punya istri
6. Akeh wong wadon ora setia karo bojone
6. Banyak perempuan yang tidak setia pada suaminya
7. Akeh ibu pada ngedol anake
7. Banyak ibu yang menjual anaknya
8. Akeh wong wadon ngedol awakke
8. Banyak perempuan yang menjual dirinya
9. Akeh wong ijol bojo
9. Banyak orang yang tukar menukar pasangan
10. Akeh udan salah mongso
10. Sering terjadi hujan salah musim
11. Akeh prawan tuwo
11. Banyak Perawan Tua
12. Akeh rondo ngalairake anak
12. Banyak janda yang melahirkan anak
13. Akeh jabang bayi nggoleki bapake
13. Banyak bayi yang lahir tanpa bapak
14. Wong wodan ngalamar wong lanang
14. Perempuan melamar laki-laki
15. Wong lanang ngasorake, drajate dewe
15. Laki-laki merendahkan derajatnya sendiri
16. Akeh bocah kowar
16. Banyak anak lahir di luar nikah
17. Rondo murah regane
17. Janda murah harganya
18. Rondo ajine mung sak sen loro
18. Janda nilainya hanya satu sen untuk dua
19. Prawan rong sen loro
19. Perawan nilainya dua sen untuk dua
20. Dudo pincang payu sangang wong
20. Duda berharga 9 orang

Zamane zaman edan
Zamannya Zaman Gila/Sinting

1. Wong wadon nunggang jaran
1. Perempuan menunggang Kuda
2. Wong lanang lungguh plengki
2. Laki-laki berpangku tangan
3. Wong bener tenger-tenger
3. Orang yang benar cuma bisa bengong
4. Wong salah bungah-bungah
4. Orang yang melakukan kesalahan berpesta pora
5. Wong apik ditapik-tampik
5. Orang Baik di singkirkan
6. Wong bejat munggah pangkat
6. Orang Yang kelakuannya bejat malah naik pangkat
7. Akeh ndandhang diunekake kuntul
7. Banyak komentar yang tidak ada isinya
8. Wong salah dianggap bener
8. Orang salah diangap benar
9. Wong lugu kebelenggu
9. Orang lugu dibelenggu
10. Wong mulyo dikunjara
10. Orang mulia dipenjara
11. Sing culika mulya, sing jujur kojur
11. Yang salah mulia, yang jujur hancur
12. Para laku dagang akeh sing keplanggrang
12. Pedagang banyak yang menyeleweng
13. Wong main akeh sing ndadi
13. Orang berjudi semakin menjadi
14. Linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo, lali tangga lali konco
14. Lupa anak dan pasangan, lupa tetangga dan teman
15. Duwit lan kringet mug dadi wolak-walik kertu
15. Uang dan keringat hanya untuk berjudi
16. Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak
16. Kartu besar dibuka, tertawa terbahak-bahak
17. Ning mulih main kantonge kempes
17. Tapi waktu pulang main kantongnya kosong
18. Krugu bojo lan anak nangis ora di rewes
18. Denger anak istri nangis tidak digubris

Abote koyo ngopo sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keliring zaman kalabendu iku.
Seberat apapun jangan sampai ikut larut dalam warna-warni zaman kalabendu.

Amargo zaman iku bakal sirno lan gantine joiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, jo kepranan ombyak ing zaman Entenana zamanne kamulyan zamaning ratu adil.
Sebab jaman itu bakal sirna dan diganti dengan jaman Ratu adil, jaman kemuliaan, karena itu yang tegar, yang tabah, yang kokoh, Jangan melakukan hal bodoh. Tunggulah jaman kemuliaan jamannya Ratu adil. Wallahu A'lam.

Selamat, Shaum hari ke 12, 12 Ramadhan 1432 H, 12 Agustus 2011
Menandai, ke 1000 blog saya di kunjungi pembaca.

Senin, 08 Agustus 2011

PINTU


Ketika kita melihat atau mendengar ucapan "PINTU" terbayang oleh kita bahwa yang tergambarkan oleh otak ini adalah sebuah persegi empat, berdiri lebar 1,5 meter berada di tengah sebuah bangunan.

Atau yang terfikirkan adalah tempat untuk keluar dan masuk dari dan ke suatu tempat, untuk menuju tempat lain.

Atau yang nyaris setiap orang pasti sama imanjinasinya adalah tempat masuk di sebuah rumah/tempat tinggal.

Ternyata persepsi kita tentang "PINTU" ini hanya sebatas tempat masuk ke sebuah rumah di dunia saja, ini menunjukan bahwa daya ingat kita sebagai manusia cukup lemah dalam hal memahami PINTU dalam pegertian harfiah semata, tapi kalau kita bisa memaknainya secara luas bahwa segala sesuatu tidak akan lancar jika tidak melalui sebuah PINTU, semua urusan tidak akan selesai jika tidak melewati sebuah pintu, atau bolehlah kita mengatakan bahwa PINTU adalah kunci menuju "sukses"...

Coba kita bayangkan jika rumah kita tidak berpintu, maka kita tidak akan sukses memasuki rumah..
Coba bayangkan jika WC kita tidak berpintu, maka yakinlah bahwa kita tidak akan sukses buang hajat...
Coba bayangkan jika kantor kita tak berpintu, pasti kerjaan tidak akan sukses...
Nah, lucunya lagi sudah dipasang pintu, dirusak pula (Seperti KRL JABODETABEK)...
apa enaknya naik KRL tanpa pintu... dingin masuk angin, dll.

Tapi bagi orang-orang yang naik KRL di atap dia pasti akan berdalih nih gue SUKSES naik di atap, elu bisa kagak... SUKSES kagak bayar tiket... elu bisa gak...

Itulah sebuah gambaran tentang betapa pentingnya sebuah PINTU, sehingga orang akan memaksakan diri untuk memoles PINTU rumahnya ketika lebaran tlah tiba...
Atau ada orang yang memaksakan diri setelah dihitung-hitung tidak sesuai dengan fengsui, kita puter pintunya jadi menghadap ke atas.... walah yo nganeh-nganehi...

Wong jelas-jelas aturannya sudah begitu, tidak usah dibuat-buat untuk bisa berkelit menghilangkan jejak agar tidak bisa ditangkap, paspor negara lain lah... kira-kira nganeh nganehi gak.

Nah, coba bagi kita yang sudah berkeliling Indonesia, pasti akan menemukan hal-hal aneh(maksud saya ada yang beda) ketika kita melihat pintu-pintu rumah adat suku-suku di Indonesia.

Pintu Tongkonan (Rumah adat Tanatoraja), Pintu Rumah JOglo (rumah adat Jawa), Pintu Rumah Bugis, Pintu Rumah Adat Sunda, Pintu Rumah Tionghoa(yang pasti ada unsur warna merah), beda-beda kan...

Tapi, hakekatnya adalah sama, yaitu tempat masuk kesebuah ruangan lain...
Pasti ada puluhan atau bahkan ratusan model-model pintu di seluruh rumah-rumah adat di seluruh Indonesia, inilah khasanah Yang bolehlah saya menafsirkan "berbeda-beda BENTUK, tapi tetap satu TEMPAT MASUK"..
Jadi kesimpulannya Pintu adalah tempat Masuk.

Ternya Pintu, juga ada di alam akherat kelak, bahwa kita manusia akan masuk ke Syurga melaluie pintu mana?
Mari kita tengok:

Dari Abi Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:
"Barang siapa memberi nafkah isterinya di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu surga, 'Wahai Hamba Allah! Ini adalah pintu kebaikan.'
Barangsiapa termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan.
Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah. Abu Bakar lantas berkata, 'Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang yang dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya?' Rasulullah menjawab, 'Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka." (HR. al-Bukhari).

Maka apa yang telah digambarkan dalam AL-Qur'an dalam Surat AN-Nuur ayat 34, begitu jelas bahwa laki-laki dan perempuan-perempuan shalehah yang menjalankan perintah ALlah SWT maka akan dipanggil melalui pintu Kebaikan.

Begitu juga dengan Laki-laki dan perempuan-perempuan yang Puasa juga akan dipanggil lewat pintu Ar Rayan.
Rasulullah Saw. bersabda:
"Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu 'al-Rayan' yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.
Ditanyakan (oleh pintu tersebut):
'Di manakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut.
Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya." (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa'd).

Delapan hari tlah berlalu kita berpuasa di Ramadhan 1432H,
wahai anak-anakku, mudah2an engkau dipanggil lewat salah satu dari delapan pintu-pintu syurga kelak, jadikanlah Ramadhan ini seperti Ramadhan-Ramadhan di tahun 1425 H ketika kita di Rantau Orang, Bumi Sawerigading, Amin.
Kenangan bersama kucing kesayangan kita BAWEL namanya(dia hilang entah kemana ketika kita pindah kontrakan dari BTN Merdeka BLok K No.7 Beriningin Jaya ke Jalan Merdeka,Palopo ketika itu Bawel dibawa, dan kemudian karena suasana baru dia lari, setelah itu entah kemana... Selamat tinggal Bawel),
Teringat keceriaan kita selepas menjalankan Puasa penuh di Ramadhan 1425 H, walau usiamu waktu itu, masih SD dan TK, bahkan Teteh dan Bia masih belum sekolah, baru TK.
Amin.

Ya, Rabbi lakal hamdu kama yambaghijalaali wajhika wa'azhiimi sulthonik.
Amin Ya Rabbal Alamin.
BATAM, 8 Ramadhan 1432 H.
8 Agustus 2011

Rabu, 27 Juli 2011

Gazelle Produk Jerman Masuk Kampungku (Catatan perjalanan Tim 9 kembali kampung)

Kemarin pada waktu itu memang tidak merencanakan untuk berkunjung tim 9, ke Cilacap dan Kebumen.
Ide kemudian muncul seketika dari istriku, "gimana kalau kita ke cilacap" horeeee anak2 berteriak, karena kebetulan libur sekolah, semua yang di pesantren pada pulang, jadilah perjalanan Tim 9 kembali ke Cilacap dan Kebumen.
Perjalanan ini minus anak pertama ku (Ammar karena sedang persiapan dan mengikuti Bimbel untuk masuk salah satu perguruan tinggi kedinasan).
Perbincangan menjadi menarik dibandingkan dengan Kunjungan Tim 9 dua tahun lalu tepatnya akhir tahun 2009, karena waktu itu anak2 baru berkunjung kembali selepas lama kami merantau di Sulsel.
Ini perjalanan kedua tim 9, sehingga banyak yang akan dilakukan oleh anak-anaku untuk bisa melihat dan kembali bercerita dengan Mbah Botak dan Mbah Buyut.
Eh nanti kita ke Nusakambangan ya"
Eh Nanti kita belajar ilmu mbah botak yang bisa jalan di air???
Eh Nanti kita berenang di pantai..
yang tidak kalah lucunya anak ku yang ke 6 juga ingat sekali, karena waktu tim 9 berkunjung pertama memang ada video yang kami rekam ketika anak2 main air di Teluk Penyu.
Abi nanti kita berenang lagi ya, main pasir...
Begitulah obrolan anak-anak, mereka berimajinasi masing-masing, dan anak2 ku yang perempuan juga bilang : nanti kita bilang ke embah... Sholat yuk mbbah..
he he he
Murni rencana mereka masing-masing untuk bisa mendapatkan perhatian Mbahnya yang lama memang tidak berinteraksi..(Maklum dana terbatas).
Sepertinya ada mainan baru bagi anak-anak, koq masih ada mbah yang lucu2, dan menurut mereka ada hal yang tidak pernah didapatkan ketika berada dalam lingkungan keluarga sendiri.
Contoh konkritnya : udah tau mbah merokok, dilinting pakai klembak, kemenyan, lha koq mau-maunya mempraktekin sendiri meracik rokok, padahal ya tidak ada yang istimewa seharusnya.
Maka kita sebagai orang tua pun sadar, mungkin selama ini tidak pernah diajarkan yang aneh2, melihat ada mbah merokok asapnya banyak jadi mereka lucu...
Mungkin selama ini tidak diajarkan untuk ketawa-ketawa terbahak2 sampai lepas,,,, eee ini sama embahnya malah ketawa-ketawa lepas.. dan itu pelajaran tanpa dipungut biaya buat anak-anak,
Yang sungguh mengejutkan tuh anak nomor 3 ku ternyata dulu waktu kepulangan tim 9 dua tahun lalu mbah pernah bercerita, embah bisa lari diatas air tanpa menginjak air...
Nah dia ingat2 terus, ketika tim sembilan datang lagi anak ketiga ku bilang mbah ajarin lari di atas air dong (padahal anakku ini taekwondo sabuk hitam) ya anehkan..
Mbah cuman jawab : jalan di air tidak kena air yang pakai perahu... ha ha ha ketawa ngakak dia.
Nah kalau sudah ngobrol waduh dengerin ampe puas bener, baru pergi, atau kalau ngobrol ama abinya terlalu formal kali ya( he he tau dah), pelajaran juga buat kita-kita ternyata mengelola obrolan juga mesti belajar dari orang tua-orang tua kita jadul, padahal yang diobrolin juga sederhana tapi dengerinnya koq enak... atau anak-anak betah karena mbah ular-ularnya tidak menggurui kali ya..
Beda dengan abi umi nya, kamu begini, kamu begitu, kalau begini jadi begitu, kalau begitu jadi begini, kalau nggak ini ya itu.. puas dah anak-anak jadi malu.
Inilah pelajaran yang perlu ditularkan hal-hal yang baik dicontohkan, lagi-lagi adnak ketiga ku tidur dengan mbah botak, setiap malam katanya dia dengar mbah mengucapkan alfatihah... sambil tidur...
Paginya dia cerita, wah dia denger katanya mbah tiap malem baca-baca terus, bener kali yan mbah bilang al fatihah seratus kali..... he he he, ya memang beramal sesuai dengan kemampuannya toh.
Pas ke Kebumen inilah yang paling seru..
Karena banyak orang-orang saudara-saudara yang tua-tua banyak, lucu-lucu
ya anak-anak nggak biasa melihat orang-orang tua di kampung, penampilannya penampilan seadanya, sandal jepit, celana gombrang(seperti untuk kesawah) kalau makan kaki pada diangkat ha ha anak-anak jadi heran koq nggak sopan ya... (bersambung)

Kamis, 07 Juli 2011

Ijinkan Aku Menulis

Ijinkan aku menulis...
Akan kegaduhan yang sedang melanda negeri tercinta ini, untuk sekedar berbagi tanpa ada keinginan menggurui atau memaksakan diri demi tercapainya ego pribadi.
Ijinkan aku menulis....
Semangatnya adalah membangun negeri tanpa caci maki, tanpa fitnah, tanpa sumpah serapah, tanpa iri dengki, tapi bangunlah dengan hati suci selembut awan putih dan sejernih air nirwana tanpa sakwa sangka dan tanpa angkara murka..
Ijinkan aku menulis...
Karena ada yang menggelitik, setelah kubaca Opini Sindhunata "Negeri Para Celeng" edisi 31 Mei 2011 di salah satu media nasional.
Ternyata kita semua adalah celeng, celeng politik, celeng hukum, celeng otonomi, celeng ekonomi, dan celeng-celeng yang lain sementara ini sedang dipertontonkan kepada kita.
Hala dalah, lha wong surat wasit pemilu juga bisa dipalsukan, foto paspor bisa dipalsukan, apalagi cuma tanda tangan = enteng =," kata celeng... WANI PIRO (kata jin dalam iklan rokok) he he..
Apa tidak kasihan, lha wong untuk menghidupi tujuh orang anak itu lari pontang panting ngasik naik gunung turun gunung, nyebrang lautan kidul, lor. Koq ya enake mbagi-mbagi kursi empuk kepunyaan rakyat hanya berdasarkan surat "salah tafsir" aku yo gelem to. opo ra isin jian.
Opo ra isin mengko nek ditanya malaikat Mungkar dan Nakir jur jawabane piye jajal...
Eh malaikat ini masih ada dua amplop lagi khusus untuk mu.... koq wani-wanine nyogok malaikat... dasar memang tabiat rusa iku yo sruduk ra jelas, opo wae di tabrak, ra jelas meng endhi tujuane, ra jelas ngurus ini itu,lha wani-wanine nambah tiga digit Nilai di ujian nasional, ben lulus kabeh, ben ora isin karo nagara tetangga. weleh weleh...WANI PIRO...

JANGAN PUTUS ASA
Mari kita tengok keteguhan Istri Firaun Asiah dalam menghadapi celeng kekuasaan yaitu firaun:

Segala seruan Nabi Musa dan Harun sedikitpun tidak pernah ia hiraukan, malah pernah suatu ketika Firaun naik ke puncak sebuah bangunan yang tinggi dan melepaskan anak panah ke langit. Kebetulan anak panah itu jatuh di hadapannya dengan bersimbahan darah, lalu ia isytiharkan pada rakyat jelata bahawa ia telah membunuh Tuhan Nabi Musa sedangkan darah tersebut hanyalah darah burung yang Allah tetapkan mengenai sasaran anak panahnya supaya ia bertambah kufur dengan kesombongan dan kekafirannya.

Seluruh rakyatnya dipaksa untuk menyembah dan sujud padanya. Siapa yang ingkar, pasti dibunuhnya sehingga seluruh rakyatnya merasa takut dan tidak mempunyai pilihan kecuali menyembahnya.

Walaupun seluruh rakyat telah menyembahnya sebagai tuhan, ada seorang yang paling dekat hubungan dengan dirinya berani mengingkarkan dirinya sebagai tuhan yaitu istennya sendiri, Asiah.

Dialah satu-satunya orang yang beriman kepada Allah di istana Firaun. Rahsia keimanannya yang disembunyikan selama ini telah terbongkar bermula dari ucapan perkataan Allah yang terbit dan mulutnya secara tidak sengaja.

Firaun berusaha memujuk supaya ia kembali kepada kekafirannya.
Ia berkata: Wahai isteriku, tahukah engkau akibat orang yang mengingkari diriku sebagai tuhan? Sebelum engkau menyesal, ubahlah pendirianmu!

Jawab Asiah dengan tegas: Wahai Firaun, pendirianku tidak akan berubah walau apapun yang akan menimpa diriku dan perlu engkau ingat bahwa engkau dan aku adalah sama-sama manusia biasa. Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.

Firaun berusaha memujuknya dengan kata-kata lemah lembut tetapi tetap tidak berhasil, lalu digunakan kekerasan. Kata Firaun: Hai Asiah, jika engkau tidak mahu mengubah pendirianmu, pastilah engkau akan aku pancung!

Jawab Asiah: Wahai Firaun, lakukanlah apa yang engkau mahu tetapi sedikitpun engkau tidak akan dapat merubah pendirianku dan dengarkanlah sekali lagi aku nyatakan bahawa Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.

Setelah usaha mempengaruhinya secara lemah lembut maupun secara keras juga tidak berhasil, lalu Firaun membuat pengumuman pada sekelian rakyatnya bahwa seorang perempuan akan dipancung kepalanya akibat keengganannya untuk mengakui Firaun sebagai tuhan yaitu Asiah, isterinya sendiri. Semoga hukuman ini akan menjadi pengajaran bagi sesiapa yang ingkar akan ketuhanan Firaun.

Pada masa yang telah ditentukan, berkumpullah sekalian rakyat di suatu tempat di mana Asiah diikat patda sebatang pokok kurma. Firaun masih tidak berputus asa dan cuba memujuknya.

Katanya: Wahai Asiah, ubahlah pendirianmu. Engkau akan kumaafkan. Berulang kali pula Asiah menjawab: Tidak, janganlah engkau cuba mempengaruhiku lagi. Sia-sia sahaja perbuatanmu.

Lalu Asiah memohon pada Allah sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Quran surah At-Tahrim ayat 11 yang bermaksud: Dan Allah mengemukakan satu misal perbandingan bagi orang-orang yang beriman iaitu perihal isteri Firaun ketika ia berkata: Tuhanku, binalah untukku sebuah istana di sisiMu dalam syurga dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.

Permohonan Asiah diperkenankan oleh Allah, lalu Allah perintahkan pada malaikat: Sesungguhnya hambaKu memohon padaKu dan Aku perkenankan permohonannya. Maka perlihatkanlah padanya gambarannya kerana suaminya yang di dunia akan Aku ganti dengan suami yang lebih baik di dalam syurga, istananya yang ada di dunia akan Aku ganti dengan istana yang lebih baik di dalam syurga.

Maka malaikat pun menunjukkan gambaran keindahan syurga sebagaimana permohonan Asiah. Pada ketika itu Asiah tersenyum seolah-olah ia mencabar kematiannya. Asiah menghadapi kematian tidak dalam keadaan bersedih, juga tidak menangis malah tersenyum.

Hadapi dengan ketegaran dan keimanan untuk mengalahkan para celeng, Iman yang kuat tidak akan disruduk oleh celeng.

Wallahu alam