Kemarin pada waktu itu memang tidak merencanakan untuk berkunjung tim 9, ke Cilacap dan Kebumen.
Ide kemudian muncul seketika dari istriku, "gimana kalau kita ke cilacap" horeeee anak2 berteriak, karena kebetulan libur sekolah, semua yang di pesantren pada pulang, jadilah perjalanan Tim 9 kembali ke Cilacap dan Kebumen.
Perjalanan ini minus anak pertama ku (Ammar karena sedang persiapan dan mengikuti Bimbel untuk masuk salah satu perguruan tinggi kedinasan).
Perbincangan menjadi menarik dibandingkan dengan Kunjungan Tim 9 dua tahun lalu tepatnya akhir tahun 2009, karena waktu itu anak2 baru berkunjung kembali selepas lama kami merantau di Sulsel.
Ini perjalanan kedua tim 9, sehingga banyak yang akan dilakukan oleh anak-anaku untuk bisa melihat dan kembali bercerita dengan Mbah Botak dan Mbah Buyut.
Eh nanti kita ke Nusakambangan ya"
Eh Nanti kita belajar ilmu mbah botak yang bisa jalan di air???
Eh Nanti kita berenang di pantai..
yang tidak kalah lucunya anak ku yang ke 6 juga ingat sekali, karena waktu tim 9 berkunjung pertama memang ada video yang kami rekam ketika anak2 main air di Teluk Penyu.
Abi nanti kita berenang lagi ya, main pasir...
Begitulah obrolan anak-anak, mereka berimajinasi masing-masing, dan anak2 ku yang perempuan juga bilang : nanti kita bilang ke embah... Sholat yuk mbbah..
he he he
Murni rencana mereka masing-masing untuk bisa mendapatkan perhatian Mbahnya yang lama memang tidak berinteraksi..(Maklum dana terbatas).
Sepertinya ada mainan baru bagi anak-anak, koq masih ada mbah yang lucu2, dan menurut mereka ada hal yang tidak pernah didapatkan ketika berada dalam lingkungan keluarga sendiri.
Contoh konkritnya : udah tau mbah merokok, dilinting pakai klembak, kemenyan, lha koq mau-maunya mempraktekin sendiri meracik rokok, padahal ya tidak ada yang istimewa seharusnya.
Maka kita sebagai orang tua pun sadar, mungkin selama ini tidak pernah diajarkan yang aneh2, melihat ada mbah merokok asapnya banyak jadi mereka lucu...
Mungkin selama ini tidak diajarkan untuk ketawa-ketawa terbahak2 sampai lepas,,,, eee ini sama embahnya malah ketawa-ketawa lepas.. dan itu pelajaran tanpa dipungut biaya buat anak-anak,
Yang sungguh mengejutkan tuh anak nomor 3 ku ternyata dulu waktu kepulangan tim 9 dua tahun lalu mbah pernah bercerita, embah bisa lari diatas air tanpa menginjak air...
Nah dia ingat2 terus, ketika tim sembilan datang lagi anak ketiga ku bilang mbah ajarin lari di atas air dong (padahal anakku ini taekwondo sabuk hitam) ya anehkan..
Mbah cuman jawab : jalan di air tidak kena air yang pakai perahu... ha ha ha ketawa ngakak dia.
Nah kalau sudah ngobrol waduh dengerin ampe puas bener, baru pergi, atau kalau ngobrol ama abinya terlalu formal kali ya( he he tau dah), pelajaran juga buat kita-kita ternyata mengelola obrolan juga mesti belajar dari orang tua-orang tua kita jadul, padahal yang diobrolin juga sederhana tapi dengerinnya koq enak... atau anak-anak betah karena mbah ular-ularnya tidak menggurui kali ya..
Beda dengan abi umi nya, kamu begini, kamu begitu, kalau begini jadi begitu, kalau begitu jadi begini, kalau nggak ini ya itu.. puas dah anak-anak jadi malu.
Inilah pelajaran yang perlu ditularkan hal-hal yang baik dicontohkan, lagi-lagi adnak ketiga ku tidur dengan mbah botak, setiap malam katanya dia dengar mbah mengucapkan alfatihah... sambil tidur...
Paginya dia cerita, wah dia denger katanya mbah tiap malem baca-baca terus, bener kali yan mbah bilang al fatihah seratus kali..... he he he, ya memang beramal sesuai dengan kemampuannya toh.
Pas ke Kebumen inilah yang paling seru..
Karena banyak orang-orang saudara-saudara yang tua-tua banyak, lucu-lucu
ya anak-anak nggak biasa melihat orang-orang tua di kampung, penampilannya penampilan seadanya, sandal jepit, celana gombrang(seperti untuk kesawah) kalau makan kaki pada diangkat ha ha anak-anak jadi heran koq nggak sopan ya... (bersambung)
Rabu, 27 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
Ijinkan Aku Menulis
Ijinkan aku menulis...
Akan kegaduhan yang sedang melanda negeri tercinta ini, untuk sekedar berbagi tanpa ada keinginan menggurui atau memaksakan diri demi tercapainya ego pribadi.
Ijinkan aku menulis....
Semangatnya adalah membangun negeri tanpa caci maki, tanpa fitnah, tanpa sumpah serapah, tanpa iri dengki, tapi bangunlah dengan hati suci selembut awan putih dan sejernih air nirwana tanpa sakwa sangka dan tanpa angkara murka..
Ijinkan aku menulis...
Karena ada yang menggelitik, setelah kubaca Opini Sindhunata "Negeri Para Celeng" edisi 31 Mei 2011 di salah satu media nasional.
Ternyata kita semua adalah celeng, celeng politik, celeng hukum, celeng otonomi, celeng ekonomi, dan celeng-celeng yang lain sementara ini sedang dipertontonkan kepada kita.
Hala dalah, lha wong surat wasit pemilu juga bisa dipalsukan, foto paspor bisa dipalsukan, apalagi cuma tanda tangan = enteng =," kata celeng... WANI PIRO (kata jin dalam iklan rokok) he he..
Apa tidak kasihan, lha wong untuk menghidupi tujuh orang anak itu lari pontang panting ngasik naik gunung turun gunung, nyebrang lautan kidul, lor. Koq ya enake mbagi-mbagi kursi empuk kepunyaan rakyat hanya berdasarkan surat "salah tafsir" aku yo gelem to. opo ra isin jian.
Opo ra isin mengko nek ditanya malaikat Mungkar dan Nakir jur jawabane piye jajal...
Eh malaikat ini masih ada dua amplop lagi khusus untuk mu.... koq wani-wanine nyogok malaikat... dasar memang tabiat rusa iku yo sruduk ra jelas, opo wae di tabrak, ra jelas meng endhi tujuane, ra jelas ngurus ini itu,lha wani-wanine nambah tiga digit Nilai di ujian nasional, ben lulus kabeh, ben ora isin karo nagara tetangga. weleh weleh...WANI PIRO...
JANGAN PUTUS ASA
Mari kita tengok keteguhan Istri Firaun Asiah dalam menghadapi celeng kekuasaan yaitu firaun:
Segala seruan Nabi Musa dan Harun sedikitpun tidak pernah ia hiraukan, malah pernah suatu ketika Firaun naik ke puncak sebuah bangunan yang tinggi dan melepaskan anak panah ke langit. Kebetulan anak panah itu jatuh di hadapannya dengan bersimbahan darah, lalu ia isytiharkan pada rakyat jelata bahawa ia telah membunuh Tuhan Nabi Musa sedangkan darah tersebut hanyalah darah burung yang Allah tetapkan mengenai sasaran anak panahnya supaya ia bertambah kufur dengan kesombongan dan kekafirannya.
Seluruh rakyatnya dipaksa untuk menyembah dan sujud padanya. Siapa yang ingkar, pasti dibunuhnya sehingga seluruh rakyatnya merasa takut dan tidak mempunyai pilihan kecuali menyembahnya.
Walaupun seluruh rakyat telah menyembahnya sebagai tuhan, ada seorang yang paling dekat hubungan dengan dirinya berani mengingkarkan dirinya sebagai tuhan yaitu istennya sendiri, Asiah.
Dialah satu-satunya orang yang beriman kepada Allah di istana Firaun. Rahsia keimanannya yang disembunyikan selama ini telah terbongkar bermula dari ucapan perkataan Allah yang terbit dan mulutnya secara tidak sengaja.
Firaun berusaha memujuk supaya ia kembali kepada kekafirannya.
Ia berkata: Wahai isteriku, tahukah engkau akibat orang yang mengingkari diriku sebagai tuhan? Sebelum engkau menyesal, ubahlah pendirianmu!
Jawab Asiah dengan tegas: Wahai Firaun, pendirianku tidak akan berubah walau apapun yang akan menimpa diriku dan perlu engkau ingat bahwa engkau dan aku adalah sama-sama manusia biasa. Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.
Firaun berusaha memujuknya dengan kata-kata lemah lembut tetapi tetap tidak berhasil, lalu digunakan kekerasan. Kata Firaun: Hai Asiah, jika engkau tidak mahu mengubah pendirianmu, pastilah engkau akan aku pancung!
Jawab Asiah: Wahai Firaun, lakukanlah apa yang engkau mahu tetapi sedikitpun engkau tidak akan dapat merubah pendirianku dan dengarkanlah sekali lagi aku nyatakan bahawa Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.
Setelah usaha mempengaruhinya secara lemah lembut maupun secara keras juga tidak berhasil, lalu Firaun membuat pengumuman pada sekelian rakyatnya bahwa seorang perempuan akan dipancung kepalanya akibat keengganannya untuk mengakui Firaun sebagai tuhan yaitu Asiah, isterinya sendiri. Semoga hukuman ini akan menjadi pengajaran bagi sesiapa yang ingkar akan ketuhanan Firaun.
Pada masa yang telah ditentukan, berkumpullah sekalian rakyat di suatu tempat di mana Asiah diikat patda sebatang pokok kurma. Firaun masih tidak berputus asa dan cuba memujuknya.
Katanya: Wahai Asiah, ubahlah pendirianmu. Engkau akan kumaafkan. Berulang kali pula Asiah menjawab: Tidak, janganlah engkau cuba mempengaruhiku lagi. Sia-sia sahaja perbuatanmu.
Lalu Asiah memohon pada Allah sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Quran surah At-Tahrim ayat 11 yang bermaksud: Dan Allah mengemukakan satu misal perbandingan bagi orang-orang yang beriman iaitu perihal isteri Firaun ketika ia berkata: Tuhanku, binalah untukku sebuah istana di sisiMu dalam syurga dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.
Permohonan Asiah diperkenankan oleh Allah, lalu Allah perintahkan pada malaikat: Sesungguhnya hambaKu memohon padaKu dan Aku perkenankan permohonannya. Maka perlihatkanlah padanya gambarannya kerana suaminya yang di dunia akan Aku ganti dengan suami yang lebih baik di dalam syurga, istananya yang ada di dunia akan Aku ganti dengan istana yang lebih baik di dalam syurga.
Maka malaikat pun menunjukkan gambaran keindahan syurga sebagaimana permohonan Asiah. Pada ketika itu Asiah tersenyum seolah-olah ia mencabar kematiannya. Asiah menghadapi kematian tidak dalam keadaan bersedih, juga tidak menangis malah tersenyum.
Hadapi dengan ketegaran dan keimanan untuk mengalahkan para celeng, Iman yang kuat tidak akan disruduk oleh celeng.
Wallahu alam
Akan kegaduhan yang sedang melanda negeri tercinta ini, untuk sekedar berbagi tanpa ada keinginan menggurui atau memaksakan diri demi tercapainya ego pribadi.
Ijinkan aku menulis....
Semangatnya adalah membangun negeri tanpa caci maki, tanpa fitnah, tanpa sumpah serapah, tanpa iri dengki, tapi bangunlah dengan hati suci selembut awan putih dan sejernih air nirwana tanpa sakwa sangka dan tanpa angkara murka..
Ijinkan aku menulis...
Karena ada yang menggelitik, setelah kubaca Opini Sindhunata "Negeri Para Celeng" edisi 31 Mei 2011 di salah satu media nasional.
Ternyata kita semua adalah celeng, celeng politik, celeng hukum, celeng otonomi, celeng ekonomi, dan celeng-celeng yang lain sementara ini sedang dipertontonkan kepada kita.
Hala dalah, lha wong surat wasit pemilu juga bisa dipalsukan, foto paspor bisa dipalsukan, apalagi cuma tanda tangan = enteng =," kata celeng... WANI PIRO (kata jin dalam iklan rokok) he he..
Apa tidak kasihan, lha wong untuk menghidupi tujuh orang anak itu lari pontang panting ngasik naik gunung turun gunung, nyebrang lautan kidul, lor. Koq ya enake mbagi-mbagi kursi empuk kepunyaan rakyat hanya berdasarkan surat "salah tafsir" aku yo gelem to. opo ra isin jian.
Opo ra isin mengko nek ditanya malaikat Mungkar dan Nakir jur jawabane piye jajal...
Eh malaikat ini masih ada dua amplop lagi khusus untuk mu.... koq wani-wanine nyogok malaikat... dasar memang tabiat rusa iku yo sruduk ra jelas, opo wae di tabrak, ra jelas meng endhi tujuane, ra jelas ngurus ini itu,lha wani-wanine nambah tiga digit Nilai di ujian nasional, ben lulus kabeh, ben ora isin karo nagara tetangga. weleh weleh...WANI PIRO...
JANGAN PUTUS ASA
Mari kita tengok keteguhan Istri Firaun Asiah dalam menghadapi celeng kekuasaan yaitu firaun:
Segala seruan Nabi Musa dan Harun sedikitpun tidak pernah ia hiraukan, malah pernah suatu ketika Firaun naik ke puncak sebuah bangunan yang tinggi dan melepaskan anak panah ke langit. Kebetulan anak panah itu jatuh di hadapannya dengan bersimbahan darah, lalu ia isytiharkan pada rakyat jelata bahawa ia telah membunuh Tuhan Nabi Musa sedangkan darah tersebut hanyalah darah burung yang Allah tetapkan mengenai sasaran anak panahnya supaya ia bertambah kufur dengan kesombongan dan kekafirannya.
Seluruh rakyatnya dipaksa untuk menyembah dan sujud padanya. Siapa yang ingkar, pasti dibunuhnya sehingga seluruh rakyatnya merasa takut dan tidak mempunyai pilihan kecuali menyembahnya.
Walaupun seluruh rakyat telah menyembahnya sebagai tuhan, ada seorang yang paling dekat hubungan dengan dirinya berani mengingkarkan dirinya sebagai tuhan yaitu istennya sendiri, Asiah.
Dialah satu-satunya orang yang beriman kepada Allah di istana Firaun. Rahsia keimanannya yang disembunyikan selama ini telah terbongkar bermula dari ucapan perkataan Allah yang terbit dan mulutnya secara tidak sengaja.
Firaun berusaha memujuk supaya ia kembali kepada kekafirannya.
Ia berkata: Wahai isteriku, tahukah engkau akibat orang yang mengingkari diriku sebagai tuhan? Sebelum engkau menyesal, ubahlah pendirianmu!
Jawab Asiah dengan tegas: Wahai Firaun, pendirianku tidak akan berubah walau apapun yang akan menimpa diriku dan perlu engkau ingat bahwa engkau dan aku adalah sama-sama manusia biasa. Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.
Firaun berusaha memujuknya dengan kata-kata lemah lembut tetapi tetap tidak berhasil, lalu digunakan kekerasan. Kata Firaun: Hai Asiah, jika engkau tidak mahu mengubah pendirianmu, pastilah engkau akan aku pancung!
Jawab Asiah: Wahai Firaun, lakukanlah apa yang engkau mahu tetapi sedikitpun engkau tidak akan dapat merubah pendirianku dan dengarkanlah sekali lagi aku nyatakan bahawa Tuhanmu dan Tuhanku adalah Allah.
Setelah usaha mempengaruhinya secara lemah lembut maupun secara keras juga tidak berhasil, lalu Firaun membuat pengumuman pada sekelian rakyatnya bahwa seorang perempuan akan dipancung kepalanya akibat keengganannya untuk mengakui Firaun sebagai tuhan yaitu Asiah, isterinya sendiri. Semoga hukuman ini akan menjadi pengajaran bagi sesiapa yang ingkar akan ketuhanan Firaun.
Pada masa yang telah ditentukan, berkumpullah sekalian rakyat di suatu tempat di mana Asiah diikat patda sebatang pokok kurma. Firaun masih tidak berputus asa dan cuba memujuknya.
Katanya: Wahai Asiah, ubahlah pendirianmu. Engkau akan kumaafkan. Berulang kali pula Asiah menjawab: Tidak, janganlah engkau cuba mempengaruhiku lagi. Sia-sia sahaja perbuatanmu.
Lalu Asiah memohon pada Allah sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam Al-Quran surah At-Tahrim ayat 11 yang bermaksud: Dan Allah mengemukakan satu misal perbandingan bagi orang-orang yang beriman iaitu perihal isteri Firaun ketika ia berkata: Tuhanku, binalah untukku sebuah istana di sisiMu dalam syurga dan selamatkanlah aku daripada Firaun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.
Permohonan Asiah diperkenankan oleh Allah, lalu Allah perintahkan pada malaikat: Sesungguhnya hambaKu memohon padaKu dan Aku perkenankan permohonannya. Maka perlihatkanlah padanya gambarannya kerana suaminya yang di dunia akan Aku ganti dengan suami yang lebih baik di dalam syurga, istananya yang ada di dunia akan Aku ganti dengan istana yang lebih baik di dalam syurga.
Maka malaikat pun menunjukkan gambaran keindahan syurga sebagaimana permohonan Asiah. Pada ketika itu Asiah tersenyum seolah-olah ia mencabar kematiannya. Asiah menghadapi kematian tidak dalam keadaan bersedih, juga tidak menangis malah tersenyum.
Hadapi dengan ketegaran dan keimanan untuk mengalahkan para celeng, Iman yang kuat tidak akan disruduk oleh celeng.
Wallahu alam
Kamis, 19 Mei 2011
DONDONG OPO SALAK
Sebuah judul lagu anak-anak atau dolanan anak-anak jawa,mengisahkan sebuah permaianan yang sedang berlangsung antara Orang tua dengan anaknya dalam hal ini adalah Ibu, dengan penuh kasih sayang memberikan arahan sekaligus petuah dengan memasukan unsur-unsur keihlasan untuk sebuah pilihan yang nyata dan dapat terlihat.
Kadang lagu-lagu gubahan itu mungkin hanya untuk sekedar menghibur si buah hati tanpa ada unsur untuk mamaksakan kehendak kepada anak dikala suatu saat nanti buah hati ini sudah pandai memilih, pengembangan jiwa inilah kemudian memebuat anak menjadi terbiasa dengan sebuah pilihan dengan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang akan diterimanya.
Dondong Opo Salak, Duku Cilik-Cilik ( Mau dondong atau buah salak, buah duku kecil-kecil)
Gendong Opo Mundak, mlaku dimik-dimik ( Mau di gendong atau di atas bahu, atau jalan setapak-setapak)
Sebuah lagu dolanan anak-anak jawa, penuh unsur pembelajaran yang konkrit dalam sebuah pilihan sehingga anak tidak merasa dibohongi bahwa dondong itu halus luarnya, bijinya kasar berserabut, dan salak kasar luarnya halus buahnya dan halus pula bijinya, sedangkan duku memang kecil-kecil.
Lagu ini memang hanya sebatas penghiburan tapi sarat makna ketika anak-anak kecil di jawa waktu itu terbiasa mendengarkan kiasan memilih yang jelas tanpa pembohongan, tanpa manipulasi, tanpa distorsi kelak dia ketika dewasa akan terbiasa memilih sesuai dengan pilihannya. Sebetulnya harapan itu adalah ketika anak-anak kampung menjelang dewasa, menjadi pemimpin, menjadi birokrat, menjadi eksekutif, legeslatif tidak ada gontok-gontokan kalau hanya untuk memilih Ketua PSSI, karena terbiasa memilih dengan jelas DONDONG opo SALAK, akan tetapi perlu diingat juga bahwa ternyata lagu dondong opo salak ini ada saingannya untuk kalangan anak-anak.
Mari sekedar untuk berbagi saja tidak ada maksud untuk underestimate terhadap penciptnya :
Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya, hijau kuning kelabu, merah muda dan biru,
Meletus balon hijau daarrr, h a t i ku sangat kacau…
Balonku tinggal empat kupegang erat-erat.
Nah nampaknya lagu yang biasa kita dengar tapi ingatlah ketika lagu ini didendangkan kepada anak-anak kecil yang baru belajar di TK, TK, terus menerus, sementara otak anak-anak kita mudah sekali mengingat dan akan terngiang terus ( karena belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, dan belajar diwaktu besar/dewasa bagai mengukir di atas air) secara psikologis anak akan terbiasa dengan hatiku sangat kacau.. bagaimana jadinya anak-anak kita sejak kecil ditanamkan hati ku sangat kacau….
Sehingga akhirnya ketika dewasa anak-anak ini tidak gentleman menghadapi segala rintangan, atau sulit untuk memilih sebuah pilihan takut resiko…. Akan kacau nanti begitulah kira-kira..
Maka mudah-mudahan kita tidak termasuk dari produk anak-anak yang dinyanyikan laku balonku tadi, mudah-mudahan kita-kita adalah produk dondong opo salak, jelas, tidak maniulatif, real, tidak ada paksaan.
Demikian juga harapanya adalah pemilihan ketua PSSi itu juga adalah seharusnya anak-anak yang dulu menyanyikan lagu dondong opo salak, tapi kenyataanya adalah malah lagu balonku ada lima, karena tidak selesai-selesai dari dahulu…
Kalau persepakbolaan kita tidak ingin terus menerus tawuran, yang bisa dan mampu mengamankan adalah pihak militer, sudah terbukti kan sejak perang kemerdekaan Indonesia akan aman jika dipimppin oleh pemimpin dari kalangan militer, dan sekedar mengingatkan di tubuh militer jarang toh terdengar korupsi…. Maka sekedar berpendapat PSSI mestinya dipimpin oleh Militer, sekaligus jika bertandang ke Negara lain wah mantapkan ketua PSSInya Militer aman para pemainnya…
Nah maka jika persepak bolaan kita ingin menjadi persepakbolaan professional, profit oriented (bisnis) maju mempunyai nilai jual tinggi, maka pilihlah wakilnya adalah orang pengusaha/pebisnis.
Maksud saya bukan menggurui, tapi jika para pengambil keputusan didalam memilih ketua PSSI itu adalah anak-anak yang dulu bernyanyi DONDONG OPO SALAK, maka mudah dengan terbiasa pilihan yang real, fururistik… dan sebaliknya jika yang didendangkan adalah BALONKU ADA LIMA ya, monggo silahkan di tafsirkan sendiri..
Karena menuntut ilmu berdasarkan hadist adalah : DARI BUAIAN SAMPAI LIANG LAHAT, maka usaha untuk mengkerdilkan anak-anak kita dengan pemikiran-pemikiran nylenehpun juga dari pertama bayi lahir sampai mati…
Kecil lagunya BALONKU ADA LIMA
Sudah besar/dewasa lagunya Ditinggal kekasih..
Tua lagunya : Bangun lagi tidur lagi, bangunnnn tidur lagi ( kapan ibadahnya)
Akhirnya bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki hati yang tidak legowo, muspro (bahasa cilacap), sia-sia dan tidak berprestasi dalam segala medan, bahkan sebenarnya usaha untuk mengkerdilkan bangsa ini dilakukan secara sistematis…
Akan kah kita sadar tentang hal ini Saudaraku.
DONDONG OPO SALAK sebuah lantunan lagu buah karya pujangga jawa dalam rangka membangun karakter manusia dimulai sejak dini untuk selalu berbicara sesuai realita dilapangan dengan tidak menambah ataupun mengurangi sebuah informasi, demi untuk keberhasilan bersama bukan untuk kepentingan individu atau sekelompok tertentu sampai pada tingkatan HARGA DIRI BANGSA.
Wallahu ‘Alam
Selasa, 10 Mei 2011
BlackBerry 9800 Torch Unlocked Phone with 5 MP Camera, Full QWERTY Keyboard, 4 GB Interhttp://www.amazon.com/BlackBerry-9800-Unlocked-Keyboard-Internal/dp/B004C049JCnal Storage, and Slider Card Slot Up to 32GB - International Version with No Wahttp://www.amazon.com/BlackBerry-9800-Unlocked-Keyboard-Internal/dp/B004C049JC
rranty (Black)
by BlackBerry
by BlackBerry
Jumat, 06 Mei 2011
ORA UDAN WIS LUNYU ORA DANDAN WIS AYU
Ini adalah sebait pari’an dalam kaedah kebudayaan Jawa, pari’an ini sudah hilang didengar atau bahkan hampir punah di telah oleh istilah-istilah moderniasasi yang terkadang malah tidak ada makna yang tersirat atau cenderung pada hampa tanpa makna.
Di masa perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan Indonesia siapa yang tidak kenal dengan pari’an :
Pagupon Umahe Dara…
Tinimbang Nippon aluwung Sara’
Pari’an ini popular dalam rangka merebut kembali Indonesia dari pada kembali lagi pada Jepun, ternyata ampuh untuk membakar para penonton ludruk waktu itu untuk memberikan pesan-pesan secara tersirat akan arti sebuah kemerdekaan bebas dari kungkukangan penjajah dan menentukan nasib sendiri…
Tidak ada ketersinggungan bahkan samar menyindir orang tertentu, tapi ampuh membunuh lawan, pari’an-pari’an seperti tersebut di atas pada era delapan puluhan masih nyaring dan menjadi mainan anak-anak di sebagian besar tatar jawa, tidak ada kegaduhan yang terjadi bahkan hiburan sarat makna membangun karakter bangsa Indonesia samapai membangun karakter diplomasi kita dengan julukan Bebas Aktif ( bingung kan… sekedar analisa Bebas Aktif politik Luar Negeri kita tidak terlepas dari kultur Jawa silahkan dicerna sendiri, dan ditafsirkan).
Maka konteks pari’an di jawa, berbalas pantun di tatar Melayu Riau (dengan Gurindam Dua Belasnya) adalah kesepadannya dalam berinteraksi masyarakat dengan maksud tidak untuk saling menyinggung dan tidak untuk menyakiti atau sakit hati, tapi membangun dengan lemah lembut melalui berbalas pantun atau Pari’an, lebih mengena.
Tengoklah akhir-akhir ini :
Media masa televis, koran, radio, berita-berita online, internet, masih adakah liputan khas gaya tahun 1945? Atau gaya Indonesia? Atau gaya pari’an ludrug dan gaya pantun ? Semua adalah plagiat Media Luar Negari…
Ketika ada seseroang pablik figur yang salah, padahal belum terbukti bahwa dia salah, belum masuk delik bersalah, bukti-bukti belum dikumpulkan.. bagaimana sikap media kita ?
Babat habis dengan alas an keterbukaan, menghardik, mencaci dimaki, inilah itulah, seolah-olah dia TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH,
Media ini adalah media keturunannya Abdullah Bin Saba bin Salul, dia hidup dimasa Rasulullah dan dimasa Khulafaur Rasyidin, dia lah yang membuat pecahnya Islam jadi Syiah Sunni, dial ah yang membuat saling bunuh pasukan Aisyah Ra. dan Pasukan Ali Ra…
Para pengikut ABdulallah bin Salul ini buannyaaaaakkkk.
“Kejelekan yang diorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisir,” kata Khalifah Ali Bin Abi Thalib.
Media seperti itu adalah bukan karakter Indonesia. Yang halus andap asor, guyup rukun, semedulur,
BECIK KETITIK OLO KETORO, Nah lo… maka wajar pari’an pun ada masa-masanya…
Karne menggugah hati yang mendengarkan, untuk menyentuh ruh manusia, untuk menyentil manusia yang suka usil, untuk memperingatkan manusia yang makin lupa ingatan..
Nah..
Rawe-rawe rantas malang-malang putung…
Penerapannya sangat berbeda jika dilihat konteks sekarang, ketika jaman kemerdekaan populerlah itu untuk memberikan semangat…
Tapi di jaman yang tentram begini, tidak bisa diterapkan
contoh :
rawe rawe rantas malang-malang putung kita pertahankan rumah dinas ini sampai kapanpun… ya kagak bisa lha itu bukan rumah kita …
Rawe-rawe rantas malang-malang putung kita duduki Bandara Sukarno Hatta karena ini tanah emak gue dulu… ya kagak bisa….
Rawe-rawe rantas malang-malang putung,,,, kita bangun rumah di sekitar monas, ini tanah buyut gue dulu… ya kagak iso..
Maka:
Ura Udan wis Lunyu, ORa dandan Wis ayu…
adalah sebuah rayuan maha dahsyat kepada lawan jenis karena tidak mampu membelikan alat kosmetik….!!!!!!
Bukan begitu Saudara…
Tapi bolehlah anda kirimkan SMS ke Istri…. Apa komentar dia… kalau positif berarti rayuan anda manjur, kalau negative, berarti alat kosmetik sudah habis….
Mari kita ambil Ibrah/pelajaran dari Firman Allah SWT:
Yaa bunayaa la tusriq billah : wahai anakku janganlah engkau menyekutukan TuhanMu..
Wamurbilma’ruf : berbuat baiklah, wayan hauna anil fa’sa I wal mungkar : jauhilah perbuatan keji dan mungkar… Indah bukan, tida ada olok-olok disini, tidak ada caci maki disini, yang ada adalah kelembutan, kehalusan, tanpa ada paksaan.
Maka Konteks :
Ora Udan WIs Lunyu, Ora dandan Wis Ayu : adalah kelemah lembutan dalam membina pasangan guna mencapai mawadah wa rahmah… disamping juga ngirit untuk tidak boros membelikan alat-alat kosmetik yang berhamburan tanpa dapat dipertanggung jawabkan bahan yang di pakai halal atau haram.
Wallau alam.
Di masa perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan Indonesia siapa yang tidak kenal dengan pari’an :
Pagupon Umahe Dara…
Tinimbang Nippon aluwung Sara’
Pari’an ini popular dalam rangka merebut kembali Indonesia dari pada kembali lagi pada Jepun, ternyata ampuh untuk membakar para penonton ludruk waktu itu untuk memberikan pesan-pesan secara tersirat akan arti sebuah kemerdekaan bebas dari kungkukangan penjajah dan menentukan nasib sendiri…
Tidak ada ketersinggungan bahkan samar menyindir orang tertentu, tapi ampuh membunuh lawan, pari’an-pari’an seperti tersebut di atas pada era delapan puluhan masih nyaring dan menjadi mainan anak-anak di sebagian besar tatar jawa, tidak ada kegaduhan yang terjadi bahkan hiburan sarat makna membangun karakter bangsa Indonesia samapai membangun karakter diplomasi kita dengan julukan Bebas Aktif ( bingung kan… sekedar analisa Bebas Aktif politik Luar Negeri kita tidak terlepas dari kultur Jawa silahkan dicerna sendiri, dan ditafsirkan).
Maka konteks pari’an di jawa, berbalas pantun di tatar Melayu Riau (dengan Gurindam Dua Belasnya) adalah kesepadannya dalam berinteraksi masyarakat dengan maksud tidak untuk saling menyinggung dan tidak untuk menyakiti atau sakit hati, tapi membangun dengan lemah lembut melalui berbalas pantun atau Pari’an, lebih mengena.
Tengoklah akhir-akhir ini :
Media masa televis, koran, radio, berita-berita online, internet, masih adakah liputan khas gaya tahun 1945? Atau gaya Indonesia? Atau gaya pari’an ludrug dan gaya pantun ? Semua adalah plagiat Media Luar Negari…
Ketika ada seseroang pablik figur yang salah, padahal belum terbukti bahwa dia salah, belum masuk delik bersalah, bukti-bukti belum dikumpulkan.. bagaimana sikap media kita ?
Babat habis dengan alas an keterbukaan, menghardik, mencaci dimaki, inilah itulah, seolah-olah dia TIDAK PERNAH BERBUAT SALAH,
Media ini adalah media keturunannya Abdullah Bin Saba bin Salul, dia hidup dimasa Rasulullah dan dimasa Khulafaur Rasyidin, dia lah yang membuat pecahnya Islam jadi Syiah Sunni, dial ah yang membuat saling bunuh pasukan Aisyah Ra. dan Pasukan Ali Ra…
Para pengikut ABdulallah bin Salul ini buannyaaaaakkkk.
“Kejelekan yang diorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisir,” kata Khalifah Ali Bin Abi Thalib.
Media seperti itu adalah bukan karakter Indonesia. Yang halus andap asor, guyup rukun, semedulur,
BECIK KETITIK OLO KETORO, Nah lo… maka wajar pari’an pun ada masa-masanya…
Karne menggugah hati yang mendengarkan, untuk menyentuh ruh manusia, untuk menyentil manusia yang suka usil, untuk memperingatkan manusia yang makin lupa ingatan..
Nah..
Rawe-rawe rantas malang-malang putung…
Penerapannya sangat berbeda jika dilihat konteks sekarang, ketika jaman kemerdekaan populerlah itu untuk memberikan semangat…
Tapi di jaman yang tentram begini, tidak bisa diterapkan
contoh :
rawe rawe rantas malang-malang putung kita pertahankan rumah dinas ini sampai kapanpun… ya kagak bisa lha itu bukan rumah kita …
Rawe-rawe rantas malang-malang putung kita duduki Bandara Sukarno Hatta karena ini tanah emak gue dulu… ya kagak bisa….
Rawe-rawe rantas malang-malang putung,,,, kita bangun rumah di sekitar monas, ini tanah buyut gue dulu… ya kagak iso..
Maka:
Ura Udan wis Lunyu, ORa dandan Wis ayu…
adalah sebuah rayuan maha dahsyat kepada lawan jenis karena tidak mampu membelikan alat kosmetik….!!!!!!
Bukan begitu Saudara…
Tapi bolehlah anda kirimkan SMS ke Istri…. Apa komentar dia… kalau positif berarti rayuan anda manjur, kalau negative, berarti alat kosmetik sudah habis….
Mari kita ambil Ibrah/pelajaran dari Firman Allah SWT:
Yaa bunayaa la tusriq billah : wahai anakku janganlah engkau menyekutukan TuhanMu..
Wamurbilma’ruf : berbuat baiklah, wayan hauna anil fa’sa I wal mungkar : jauhilah perbuatan keji dan mungkar… Indah bukan, tida ada olok-olok disini, tidak ada caci maki disini, yang ada adalah kelembutan, kehalusan, tanpa ada paksaan.
Maka Konteks :
Ora Udan WIs Lunyu, Ora dandan Wis Ayu : adalah kelemah lembutan dalam membina pasangan guna mencapai mawadah wa rahmah… disamping juga ngirit untuk tidak boros membelikan alat-alat kosmetik yang berhamburan tanpa dapat dipertanggung jawabkan bahan yang di pakai halal atau haram.
Wallau alam.
Rabu, 04 Mei 2011
JAMAN EDAN
oleh Waluyo Kebumen pada 30 April 2009 jam 17:13 dan 01 Mei 2009 jam 16:57
Ki Ronggo Warsito
(sebenarnaya beliau adalah seoarang Kyai, Ustadz) menuliskan sebuah pelajaran dalam manuskripnya " Amenangi jaman edan, yen ora edan ora keduman,....yen amenangi jaman niro...sing eling lan waspodo " kira-kira begitulah Rongo Warsito seorang Kyai di Jamannya telah membuat sebuah prediksi di masa yang akan datang.
Bahwa pada suatu saat akan ada jaman yang EDAN suatu keadaan diamana rasa unggah ungguh sopan santun, toleransi, mencari harta , mencari kerja, mencari makan, sekolah sudah tidak mengindahkan aturan-aturan dari langit.
Semua dihalalkan asal mencapai apa yang diinginkan. Memang hebat pemahaman Tauhid dari Kyai Ronggo Warsito ini disatu sisi dia menggambarkan sebuah keadaan yang negatif dan disisi lain beliau memberikan penawarnya ' Amenangi jamannira sing eling lan waspodo..." .
Amenangi jamaniro .. sing eling lan waspodo, sebuah kata kunci dalam mengarungi hidup
dari Ki Ronggowarsito setelah memehami begitu dalam tentang makna Tauhidullah.
Benar adanya... apa yang di unggkapkan Kyai Ronggo tadi.. bahwa landasan "sing ELING, lan WASPODO'" adalah Tuhan Alam semestata ini Yaitu : Allah SWT.
Maka Makna tersebut adalah tidak terlepas dari La illaha illallah= pengakuan bahwa Allah SWT sebagai Tuhan, Muhammadarrasulullah = pengakuan Muhammad adalah Rasulullah (Penyampai risalah langit).
Eling terhadap sang pencipta, dan Waspodo terhadap rambu-rambu-Nya. La ma'buda Illallah= tidak ada yang harus disembah kecuali Allah Swt. Tidak ada yang harus di Illah (ditakuti, dicintai, diharapkan, dimintai pertolongan) kecuali Allah Swt.
Eling terhadap sang pencipta dan
Waspodo terhadap rambu-rambuNya
hakekatnya adalah.....ya'buduun=Menyembah-Nya.
Eling terhadap sang pencipta dan
Waspodo terhadap rambu-rambuNya
hakekatnya adalah.....ya'buduun=Menyembah-Nya.
Sekarang sudah ada di depan mata jaman edan ini... sudah siapkah kita Eling dan Wapodo...
Ki Ronggo telah menerjemahkan hakekat La ila Illallah ......dalam manuskrip Jawa.
Wallahu 'alam.
Selasa, 03 Mei 2011
Cita-cita
Gantungkan cita citamu setinggi langit..
Konon langit sebagai ukuran untuk meraih sebuah cita yang setinggi-tingginya adalah gambaran bahwa kita tidak bisa menentukan tentang "hasil"..
Setinggi langit adalah gambaran bahwa ber-anganlah tapi anganmu itu tidak ada kepastian..
Maka gantungkan setinggi langit padanannya adalah berserah diri padaNya atas sebuah angan atau cita..
Keliatannya indah dipadu dalam sebaris kalimat makna akan sebuah cita-cita walau pada akhirnya lebih banyak tidak tercapai...
Kekuasaan Allah SWT adalah dominan untuk memberikan kepada manusia, akan sebuah cita yang diharapan..
Jika sudah seperti ini maka cita dan angan akan terhenti pada seberapa dekat kita pada Nya.
mari tengok :
Al Qur'an Surat : AL Ankabut ayat : 61 :
....wa la in sa'altahum mankhalaqas-samawati wal ard.... Siapakah yang menciptakan langit dan bumi... layaquulunallah.. mereka akan menjawab ALLOH...
Gantungkan cita-citamu setinggi langit..
Tuh kan jelas...
Yang menciptakan langit adalah ALLOH SWT
Kemudian kalau langit sudah tidak ada... berterbangan.. gunung-gunung dihancurkan...bumi digoncangkan kemana kita bisa mencari gantungan? (jemuran kali...)
Hayoo...
Maka langit adalah sebuah gambaran akan sebuah angan yang belum jelas hasilnya...
Berbicara masalah hasil ini ada macam-macam.... bisa kedudukan tinggi, bisa jadi presiden, bisa jadi tukang sapu, bisa jadi tukang las, bisa jadi tukang patri (sudah tidak ada kali sekarang), bisa juga jadi Kyai,...
Semua itu adalah rejeki... nah ini dia kalau sudah berbicara masalah rejeki bolehlah kita tengok..
Surat Al Ankabut ayat 62 :
Allahu yabsutur-rizqa limayyasya'u min ibadihi.. =Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya. wa yaqdiru lahu...= dan Dia (pula) yang membatasi baginya...
Nah looo..
Mau jungkir balik, kaki jadi tangan, tangan jadi kaki, membanting tulang, sampai tulang sudah tidak ada yang dibanting... wis di batesi...he he serius amat.
Maka kalau ada orang bilang... "eh anak itu kan rezeki" ya betul anak itu rezeki.
Tapi kalau hamil duluan sebelum nikah... ????? jangan bikin persepsi tentang rezeki dan anak.
Soalnya nanti akan ditanya kamu dapat rezeki (anak) caranya dengan ngapain... hayooo, anak bayi itu tidak salah... cara untuk mendapatkan rezeki (anak) akan ditanya sampai ubun-ubun lho...
Nah jika ini sudah menggejala dikalangan masyarakat Indonesia yang agamis ini... negara akan rusak(kayak politisi aja)... hamil diluar nikah nggak papa.. itu kan rezeki (nauzubillahi mindzalik )
Bagaimana cara Islam menyelesaikan ini ....
biarkan si Ibu melahirkan dulu, baru cek DNA siapa bapaknya...
Berani coba...( maksudnya berani coba lahir dulu baru cek DNA=entar salah persepsi lagi)
Gantungkan cita-cita setinggi langit adalah sarat makna tentang habluminallah, bahwa kita tidak bisa menentukan sendiri akan nasib kita, akan rezeki kita, akan kedudukan kita, akan harta kita, Allah sudah takar dangan timbangan yang jelas pada setiap manusia, tinggal bagaimana kita bersyukur atas takaran tersebut ...
GANTUNGKAN CITA-CITA SETINGGI LANGIT.... wallahu 'alam.
Langganan:
Postingan (Atom)


